Sabtu 19 Oktober 2019, 23:20 WIB

Doa Bersama Bergema di Daerah

Heri Susetyo | Politik dan Hukum
Doa Bersama Bergema di Daerah

MI/Heri Susetyo
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Sidoarjo bersama para santri mengikuti istighosah dan doa bersama

 

BERBAGAI cara dilakukan oleh elemen masyarakat untuk mendukung agar pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman, damai, dan lancar. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, bersama para santri mengikuti istigasah dan doa bersama di halaman Kantor Polresta Sidoarjo, Sabtu (19/10) pagi.

Kegiatan itu digelar untuk mendoakan agar proses pelantikan presiden dan wakil presiden, hari ini, bisa berjalan aman dan lancar. Istigasah dan doa bersama itu juga diikuti ratusan anggota Polri dan TNI.

Selain mendoakan agar pelantikan presiden dan wakil presiden berjalan lancar dan aman. Mereka juga mendoakan agar pemerintahan baru bisa amanah dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Melalui doa bersama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo, KH Salim Imron, masyarakat diminta melupakan perselisihan terkait pilihan pada pilpres lalu. "Saat ini masyarakat harus bersatu kembali mendoakan kepemimpinan nasional agar mendapatkan keberkahan dan keselamatan dari Tuhan Yang Maha Esa," kata Salim.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan doa bersama juga sebagai bentuk syukur karena pelaksanaan pemilu serentak di Kabupaten Sidoarjo berjalan lancar. "Ini salah satu ikhtiar kita dan rasa bersyukur karena selama pelaksaan Pemilu 2019 hingga saat ini Sidoarjo aman dan kondusif," katanya.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengapresiasi aparat keamanan sehingga Sidoarjo selama ini aman dan kondusif. Masyarakat dinilai sudah dewasa dalam berpolitik sehingga pelaksanaan Pemilu serentak 2019 berjalan damai dan bisa menerima hasil pemilu dengan lapang dada. "Saya ucapkan selamat kepada semua pihak yang mendukung sehingga Sidoarjo ini aman dan kondusif. Mudah-mudahan kita bisa pertahankan ini demi kelangsungan pembangunan ke depan."

 

Lebih awal

Ribuan santri di Tasikmalaya, Jawa Barat, memeringati Hari Santri Nasional dan doa bersama menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya.

Ketua panitia Hari Santri Nasional, Anis Nurshobah, mengatakan peringatan Hari Santri Nasional sengaja digelar sebelum 22 Oktober agar sekaligus mendoakan acara pelantikan presiden dan wapres.

"Jadi memang sengaja dibuat hari ini (kemarin) supaya lebih meriah dan banyak santri yang ikut serta. Ini juga berbarengan dengan perayaan hari jadi Kota Tasikmalaya, termasuk jelang pelantikan presiden dan wakil presiden," kata Anis.

Di Jambi, ribuan warga bersama kepala daerah dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menggelar deklarasi dan doa bersama untuk kedamaian negeri, di Lapangan Kantor Gubernur Jambi.

Bertemakan Masyarakat bersatu dalam kebinekaan, berbagai elemen masyarakat seperti veteran, mahasiswa, pelajar, dan ormas antusias mengikutinya. Acara dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisonal berbagai provinsi di Tanah Air.

Sekda Provinsi Jambi HM Dianto, Kapolda Irjen Muchlis AS, Danrem 042 Gapu Kol Arh Elphis Rudy, dan Ketua DPRD Jambi Edi Purwanto turut hadir dalam kegiatan itu. (AD/SL/P-3) 
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More