Jumat 18 Oktober 2019, 14:45 WIB

Kurikulum Junior NBA Diajarkan di 3.100 Sekolah di DKI Jakarta

mediaindonesia.com | Olahraga
Kurikulum Junior NBA Diajarkan di 3.100 Sekolah di DKI Jakarta

Istimewa
Siswa sekolah di wilayah DKI Jakarta mengikuti kurikulum basket yang bekerja sama dengan Junior NBA.

NATIONAL Basketball Association (NBA) dan Pemerintah Provinsi (pempriv) DKI Jakarta pada Kamis (17/10) mengumumkan kolaborasi inovatif multi-tahun untuk memadukan kurikulum olahraga basket dan pengembangan kebugaran Junior (Jr) NBA dengan kurikulum di 3.100 sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta.

Kerja sama yang digagas Asosiasi Bola Basket Amerika (NBA) Serikat dengan Pemprov DKI Jakarta dilakukan kali pertama di kawasan di Asia Tenggara.

NBA dan Pemprov DKI Jakarta bersama-sama akan memadukan kurikulum Jr. NBA dengan kurikulum pendidikan jasmani di sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler untuk memberikan pelatihan olahraga basket dan kebugaran umum kepada sekitar 1,5 juta siswa hingga tahun 2020.

Kurikulum Jr. NBA, panduan yang khusus dirancang untuk meningkatkan pengalaman olahraga remaja dan mengajarkan olahraga basket kepada pemain di semua tahapan pengembangan keahlian.

Dalam kurikulum cabang olahraga basket akan dilengkapi dengan lebih dari 300 video tutorial. Para pelatih dan guru olahraga dapat mengakses kurikulum dan video tutorial dari Jr. NBA itu melalui laman jrnbaasia.

Pelatih dan guru olahraga juga mengunduh aplikasi Akademi Pelatih Jr. NBA (Jr. NBA Coaches Academy) di App Store dan Google Play Store.

Kolaborasi itu diresmikan Managing Director NBA Asia, Scott Levy dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI J akarta, Syaefuloh Hidayat melalui penandatanganan kesepakatan bersama di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Kamis (17/10)..

Program tersebut sekaligus memperluas kolaborasi NBA dengan pemerintah daerah di Indonesia dalam meningkatkan kesehatan remaja

melalui olahraga basket dan menekankan peran penting olahraga dalam pengembangan generasi muda di Tanah Air.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung upaya NBA untuk terus meningkatkan kesehatan dan mendorong gaya hidup aktif generasi muda melalui permainan basket,” kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Kami menaruh perhatian sangat besar pada pendidikan olahraga dan kami menyadari potensi signifikan dari kurikulum Jr. NBA dalam membentuk generasi masa depan Indonesia,” tambah Anies.

“Kami sangat menghargai dukungan penuh Anies Baswedan selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta terhadap NBA di Indonesia,” kata Levy.

“Dukungan Gubernur Provinsi DKI Jakarta memperkuat komitmen jangka panjang kami dalam mengembangkan generasi muda lebih aktif dan sehat melalui olahraga basket. Hal ini juga membantu kami memberikan dampak positif bagi jutaan anak-anak laki-laki dan perempuan di J akarta dan sekitamya,” paparnya.

Sejak diluncurkan pada 2014, program Jr. NBA telah menjangkau lebih dari 16,5 juta anak-anak laki-laki dan perempuan di Indonesia, mengajarkan keterampilan dasar dan nilai utama Jr. NBA, yaitu Sportsmanship (sportivitas), Teamwork (kerja sama), Positive Attitude (sikap positif), dan Respect (saling menghargai), atau yang disingkat menjadi (S.T.A.R.).

Selain itu, dilaksakanakan program Akademi Pelatih Jr. NBA. Program pelatihan untuk guru dan pelatih olahraga, yang didukung pemerintah daerah dengan tujuan mengembangkan potensi lokal dalam bermain dan menikmati olahraga basket.

Program Akademi Petelah Jr NBA melatih lebih dari 44 ribu guru dari 35 rubu sekolah di 21 kota dan provinsi di seluruh Indonesia, seperti, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra Selatan.

Program Jr. NBA di Indonesia didukung Tahir Foundation sebagai mitra resmi, 2K dan Window of the World sebagai mitra pendukung, serta Vidio.com dan 0 Channel sebagai mitra media.

Jr. NBA, program olahraga basket global bagi anak-anak laki-laki dan perempuan, telah menjangkau lebih dari 51,5 juta anak-anak di 75 negara melalui permainan antarliga, program kunjungan sekolah (in-school programming), klinik pelatihan, uji keterampilan, dan program outreach lain.(OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More