Sabtu 19 Oktober 2019, 17:15 WIB

Wapres Kalla Diajari Sejarah Islam oleh Wapres Tiongkok

Wapres Kalla Diajari Sejarah Islam oleh Wapres Tiongkok

Antara
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Istana Wapres, Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan pertemuan dengan Wapres Tiongkok Wang Qishan lebih banyak membahas mengenai agama Islam. Bahkan Qishan memberikan pengetahuan lebih dalam kepada JK mengenai sejarah dan perkembangan Islam.    

"Dia ahli sejarah, oleh karena itu kami banyak diskusi tentang sejarah dan dia juga mempelajari sejarah Islam. Jadi justru ngajarin saya tadi sejarah perkembangan Islam, ahli benar dia," kata JK usai menerima kunjungan kehormatan Qishan di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (19/10).    

Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga membahas mengenai upaya peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Qishan juga mengundang JK untuk berkunjung ke Tiongkok dalam rangka membina hubungan baik keduanya.    

"Ya tentu dia mengundang ke Beijing, walaupun tidak dalam keadaan (sebagai wapres), tapi secara pribadi. Kami mau berbicara dengan baik," tambahnya.    

Qishan berada di Indonesia sebagai utusan Presiden Xi Jinping, untuk menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden RI terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10).    

Baca juga: Kinerja DPR soal Pembagian Alat Kelengkapan Dewan Diapresiasi

Wapres Qishan sebelumnya telah mengunjungi Solo dan Sragen, Jumat (18/10), dalam rangkaian kegiatan kunjungannya ke Indonesia. Qishan dan rombongan juga sempat bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo.    

Qishan juga dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Wapres terpilih Ma'ruf Amin dan santap malam bersama di Istana Wapres Jakarta, usai acara pelantikan presiden dan wapres terpilih pada Minggu. (X-15)
 


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More