Sabtu 19 Oktober 2019, 16:50 WIB

Praven/Melati Jejak Final Denmark Terbuka 2019

Despian Nurhidayat | Olahraga
Praven/Melati Jejak Final Denmark Terbuka 2019

Badminton Indonesia
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

SATU-satunya wakil ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses menembus final Denmark Terbuka 2019 yang berlangsung di Odense Sports Park, Denmark, Sabtu (19/10). 

Praveen/Melati berhasil menumbangkan pasangan Taiwan Wang Chi Lin/Cheng Chi Ya dalam dua gim 21-12 dan 21-12.
"Perasaan kami tentu senang sekali bisa ke final. Ini final level 750 kami yang kedua dan tahun ini kami belum ada gelar juara. Kami bisa membuktikan sampai final dan ini memotivasi kami untuk bisa mengambil gelar di tahun ini,” ungkap Praveen usai laga.

Berbeda dengan pertarungan mereka saat menghadapi Zheng Siwei/Huang Yaqiong pada perempat final, kemarin, Praveen/Melati bisa dikatakan melaju dengan cukup mudah kali ini. Adu ketat poin hanya sempat terjadi di awal gim pertama dan awal gim kedua. Namun hal tersebut tak berlangsung lama, setelahnya Praveen/Melati selalu mampu mengatasi lawan dengan kemenangan.

“Setelah menang dari unggulan satu kemarin kami merasa peluang semakin terbuka, dan kami tidak mau menyia-nyiakan hal itu. Jadi kami main lebih maksimal lagi,” lanjutnya.

“Sebenarnya kami lebih banyak fokus dan komunikasi. Itu yang menjadi kunci kemenangan kami hari ini. Mungkin kami juga lebih siap dari lawan. Kami juga banyak diskusi untuk menghadapi laga hari ini,” pungkas Praveen.

Di partai puncak, Praveen/Melati masih harus menunggu calon lawannya yang belum bertanding. Mereka antara Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping asal Tiongkok dengan Seo Seung Jae/Chae Yujung dari Korea.

“Keduanya lawan yang bagus, kami lihat dulu siapa yang akan kami hadapi, baru bersiap mengatur strateginya,” tutup Praveen. (Badmintonindonesia.org/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More