Sabtu 19 Oktober 2019, 15:35 WIB

PDIP Akui Ajukan Nama Kandidat Menteri Terbanyak

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
PDIP Akui Ajukan Nama Kandidat Menteri Terbanyak

MEDIA INDONESIA/adam dwi putra
Para pembicara dalam diskusi Polemik di Jakarta, Sabtu (19/10). Diskusi membahas tema Tekateki Menteri dan Koalisi.

 

POLITISI PDIP Andreas Hugo Pareira mengaku partainya mengajukan nama kandidat menteri yang paling banyak di antara partai-partai pendukung lainnya. Namun ia menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar, sebab mereka merupakan partai pemenang Pemilu.

Susunan nama-nama kandidat dari PDIP tersebut, kata dia, bahkan sudah diajukan kepada Presiden Joko Widodo.

"Susunan nama sudah disampaikan, tinggal beliau pilih yang mana. Paling banyak lah (nama kandidat yang diajukan)," kata Andreas dalam diskusi yang bertajuk teka-teki menteri dan koalisi di D'Consulate, Jakarta, Sabtu (19/10).

Baca juga: Jokowi Pastikan Susunan Kabinet Sudah Rampung

Andreas juga mengutarakan bahwa kursi menteri yang diincar di periode kedua pemerintahan Jokowi kemungkinan berbeda dengan komposisi yang ada di periode pertama.

"Kemungkinan akan berubah, ada beberapa usulan ketika kongres kemarin. Ada pertimbangan-pertimbangan elektoral," ujarnya.

Adapun mengenai pertemuan Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Parta Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam beberapa hari terakhir, Andreas menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memungkinkan akan ada perubahan dalam peta koalisi ke depan. Di samping itu, sambung dia, itu bisa mengubah komposisi di dalam kabinet nantinya.

Hanya saja, ia belum bisa memastikan apakah jatah kursi menteri yang akan berkurang nantinya adalah untuk jatah parpol atau nonparpol jika ada partai yang akan bergabung ke dalam koalisi.

Namun, ia meyakini bahwa masuknya partai nonkoalisi tersebut nantinya tidak berdampak bagi jatah PDIP. "PDIP tetap yang terbanyak," tegasnya. (Nur/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More