Sabtu 19 Oktober 2019, 06:50 WIB

Citra Indonesia Dipertaruhkan

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Citra Indonesia Dipertaruhkan

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pasukan Pengamanan Presiden melakukan simulasi pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden di kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

 

UNTUK memberikan pandangan positif kepada dunia internasional bahwa Indonesia tergolong negara aman dan damai, pelantikan dan pengambilan sumpah Presiden-Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin pukul 14.30 WIB besok dikawal sedikitnya oleh 30-an ribu personel gabungan.

"Kekuatan TNI, Polri, dan aparat pemda sudah melaksanakan persiapan sampai hari ini (kemarin). Mari kita tunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sebagai negara berperadaban tinggi. Ini momen tanggung jawab bersama bahwa kita negara yang cinta damai," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Pola pengamanan, lanjut Asep, di ring pertama dilakukan oleh Paspampres, ring kedua dikawal TNI, serta ring tiga dan selanjutnya dilakukan oleh jajaran Polri.

Selain itu, aparat keamanan menyiapkan prosedur pengamanan terhadap sembilan kepala negara dan kepala pemerintahan dari Asia yang hadir mengikuti upacara pelantikan dan pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden.

"Kami mempersiapkan pengamanan khusus untuk perwakilan setiap negara di wilayah Asia itu. Mari kita sambut upacara pelantikan dengan sukacita dan gembira," ujar Asep.

Pengamanan objek vital pun tidak ketinggalan diperketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagaimana pernyataan Kapolres Metro Bekasi Kombes Indarto. "Objek yang dijaga antara lain sentra ekonomi dan perbankan. Intinya kami akan jaga jangan sampai ada hal-hal yang tidak nyaman. Akan kami kerahkan aparat dan mobil patroli ke tempat-tempat ramai."

Ketua DPR Puan Maharani sebelumnya mengungkapkan pengamanan merupakan tanggung jawab negara untuk memastikan jalannya acara pelantikan secara aman dan tertib.

"Antisipasi pengamanan harus dilakukan ekstraketat untuk memberikan pandangan positif terhadap dunia internasional bahwa Indonesia negara aman," ungkap Puan.

Terkait adanya pihak yang ingin menggagalkan pelantikan presiden, menurut Puan, salah satunya terbukti dari penangkapan Abdul Basith.

"Polisi mendapatkan barang bukti bom ikan di kediaman pria yang berprofesi sebagai dosen itu. Pihak intelijen mendapat info tentang kemungkinan ancaman saat acara pelantikan. Maka, dilakukan deteksi dini terhadap kemungkinan tersebut," tutur Puan.

 

Maksimal

Sekjen MPR Maruf Cahyono pun memastikan persiapan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Jokowi-Amin, di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Minggu (20/10), sudah rampung.

"Persiapannya sudah maksimal. Kalau mau persentase, saya pikir sudah 90%-95%," tutur Maruf di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Maruf menambahkan jumlah wartawan yang meliput sekitar 1.000 dari dalam dan luar negeri.

"Nah, itu dukungan teknis agar sidang paripurna berjalan lancar. Kami sudah siap secara protokoler, tinggal pelaksanaan," kata Maruf.

PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya bersiaga untuk keandalan pasokan listrik di Gedung DPR/MPR selama upacara pelantikan presiden dan wakil presiden. Kebutuhan setrum ke Gedung DPR/MPR dipasok dari berbagai sumber yang difasilitasi automatic change over dengan total daya 7,9 juta watt.

Apabila terjadi gangguan di sumber utama, PLN menyiapkan empat unit uninterruptible power supply dengan total kapasitas 760 ribu watt agar perpindahan pasokan listrik dari sumber utama ke sumber cadangan berlangsung mulus.

"Kami menyadari listrik memegang peranan penting dalam pelantikan presiden dan wakil presiden. Kami menyiagakan tim khusus yang bertugas sejak H-2 hingga H+1," tandas General Manager PLN UID Jakarta Raya, M Ikhsan Asa'ad, seusai pengecekan gardu listrik di wilayah DPR/MPR, kemarin. (Mal/Gan/Cah/Tri/Uud/RO/X-3)

 

Lantunan doa ... | Hlm 8                                                          

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More