Sabtu 19 Oktober 2019, 04:20 WIB

4.063 Akun Jual Obat secara Ilegal

. (Rif/H-2) | Humaniora
4.063 Akun Jual Obat secara Ilegal

t. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito (kanan)

 

DALAM setahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menjaring 4.063 akun di medsos dan laman daring yang menjual obat tidak sesuai dengan ketentuan. Sebagian besar pelaku yang terjaring ditemukan di marketplace (lokapasar).

"Hingga juni 2019 tidak kurang 4.063 situs atau akun yang menjual obat tidak sesuai dengan ketentuan, " kata Kepala Badan POM Penny Lukito, dalam keterangan resminya, Jakarta, kemarin.

Atas temuan itu, Badan POM mengaku telah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk dapat menghapus laman maupun akun tersebut. "Sebanyak 69% laman maupun akun sudah tidak dapat diperoses," tuturnya.

Badan POM mengelompokkan temuan obat yang dijual ilegal itu ke dalam lima besar obat yang paling sering dijual, yakni antibiotik, anestesi, disfungsi ereksi, psikotropika, dan TIE (obat tradisional yang tidak memiliki izin edar). "Obat ini yang banyak dijual di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli," ucapnya.

Menurutnya, pengawasan intensif terus dilakukan di bawah koordinasi tim cyber yang dibentuk pada 2018. Dari sisi regulasi, Badan POM saat ini tengah melakukan finalisasi aturan pengawasan obat daring. (Rif/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More