Jumat 18 Oktober 2019, 20:10 WIB

Prancis Berhasil Gagalkan Serangan Teror Terinspirasi 9/11

Antara | Internasional
Prancis Berhasil Gagalkan Serangan Teror Terinspirasi 9/11

AFP
Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner

 

MENTERI Dalam Negeri Prancis mengatakan pada Kamis (17/10) bahwa badan intelijen berhasil menangkap seorang pria yang merencanakan serangan dengan terinspirasi oleh serangan pesawat ke gedung World Trade Center di New York, 11 September 2001.

Prancis selama beberapa tahun bergulat dengan masalah untuk menghadapi kalangan garis keras lokal maupun milisi asing setelah serentetan serangan terjadi di seluruh negeri. Pejabat Prancis menyebutkan ancaman serangan masih sangat tinggi.

Pada 3 Oktober, seorang pakar teknologi informasi (IT) yang diduga simpatisan garis keras dan memilik izin mengakses informasi keamanan, membunuh tiga petugas kepolisian dan seorang pegawai sipil. Ia pun lantas ditembak mati oleh petugas polisi lainnya.

"Tepat sebelum (serangan itu) ada upaya serangan ke-60 sejak 2013," kata Mendagri Christophe Castaner kepada stasiun TV, France 2.


Baca juga: Eropa Dukung Kesepakatan Brexit


"Individu, yang terinspirasi dari peristiwa 11 September dan pesawat yang menghancurkan menara World Trade Center, ditangkap oleh badan intelijen kami."

Prancis kehilangan lebih dari 230 orang, yang tewas dalam empat tahun terakhir di wilayahnya akibat serangan garis keras, terutama pada November 2015 pascaserangan terkoordinasi di seluruh ibu kota.

Serangan-serangan itu diklaim oleh ISIS di Suriah dan sebagian dilancarkan oleh para anggotanya yang kelahiran Prancis.

Sejumlah pejabat kini khawatir puluhan warga negara mereka yang ditahan di kamp, yang dikendalikan Kurdi, bisa kabur dan kembali ke negara asal menyusul serangan Turki di Suriah utara yang menargetkan milisi Kurdi yang menjaga penjara-penjara tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More