Jumat 18 Oktober 2019, 19:25 WIB

Jokowi Diminta tidak Tergesa Susun Kabinet

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Jokowi Diminta tidak Tergesa Susun Kabinet

MI/ BAYU ANGGORO
juru bicara DPP PKB, Syaiful Huda

 

PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Presiden Joko Widodo tak tergesa dalam proses penyusunan Kabinet Kerja Jilid II. Menimbang beratnya tantangan lima tahun ke depan serta kompleksitas tarikan kepentingan politik saat ini ada baiknya penyusunan kabinet dilakukan secara cermat.

"Kami menilai ada baiknya proses penyusunan kabinet dilakukan dengan tidak tergesa dan mempertimbangkan segala aspek baik kapasitas, kapabilitas calon pembantu presiden maupun pertimbangan politis terkait soliditas kabinet selama lima tahun bekerja," ujar juru bicara DPP PKB, Syaiful Huda, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/10).

Huda menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara disebutkan jika Presiden terpilih mempunyai waktu selama 14 hari sejak dilantik untuk membentuk kabinet pemerintahan. Dengan adanya rentang waktu tersebut, udah seharusnya Presiden tidak perlu tergesa dalam menentukan para pembantunya.

"Akan lebih baik waktu tersebut dimanfaatkan secara seksama sehingga kabinet yang terbentuk betul-betul menjawab tantangan berat pemerintah dalam lima tahun mendatang," katanya.

Ia menyebutkan beberapa tantangan berat yang harus dihadapi oleh pemerintah adalah adanya ancaman resesi global. Kondisi ini menuntut antispasi secara menyeluruh baik dari sector ekonomi, kesejahteraan rakyat, hingga politik.


Baca juga: Rudiantara: Ingin Urus Masjid dan Kembali ke Sektor Swasta


"Guncangan ekonomi akibat perang dagang antara Tiongkok-Amerika diprediksi Bank Dunia akan memicu pelambatan pertumbuhan di kawasan Asia-Pasifik. Kondisi ini pasti akan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat yang akan memicu penurunan produktivitas sehingga ancaman pengangguran nyata adanya,” katanya.

Di bidang politik, lanjut Huda merapatnya hampir semua kekuatan politik ke kekuasaan akan menimbulkan komplikasi politik tersendiri. Menurutnya ketidakseimbangan kekuatan koalisi pendukung pemerintah dan koalisi oposisi berpotensi melemahkan pengawasan. Selain itu dibutuhkan manajemen konfik yang kuat sehingga Tarik-menarik kepentingan politik tidak menganggu kinerja kabinet.

"Tantangan-tantangan tersebut membutuhkan person-person kuat di kabinet, sehingga proses memilih mereka harus dilakukan secara seksama dan sekali lagi tidak perlu terburu-buru," pungkasnya.

Seperti diberitakan, dalam beberapa kesempatan, Jokowi sebagai Presiden terpilih menyatakan bahwa proses pembentukan kabinet telah rampung. Susunan kabinet tersebut akan diumumkan secepatnya seusai pelantikan. Bahkan, Jokowi menegaskan pengumuman kabinet bisa dilakukan malam usai pelantikan atau paling lambat sehari setelah pelantikan. (OL-1)

 

 

Baca Juga

Ist/DPR

Berbagi Pengalaman Menghadapi Covid-19 dengan Beberapa Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:02 WIB
Adalah 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang...
Antara/Septianda Perdana

KSP Minta Tokoh Masyarakat Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:14 WIB
Moeldoko menyebut protokol kesehatan pada masa kenormalan baru harus menjadi pola hidup baru di...
Ilustrasi

Densus 88 Amankan Satu Terduga Teroris dan Bahan Peledak

👤Antara 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:40 WIB
Densus 88 bersama Tim Gabungan Resmob dan Datasemen Khusus Antiteror Polda Kalbar mengamankan terduga teroris berinisial AR (21) beserta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya