Jumat 18 Oktober 2019, 15:15 WIB

Pengamat : Tokoh Muda dalam Kabinet Harus Result Oriented

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Pengamat : Tokoh Muda dalam Kabinet Harus Result Oriented

ANTARA
Rapat kabinet

 

TOKOH-tokoh muda yang memiliki prinsip result oriented dalam etos kerjanya dinilai layak berada di kebinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Di tengah kementerian-kementerian strategis yang mayoritas bermuara pada proses oriented, pemerintahan Jokowi memerlukan kementerian yang lebih dinamis, fleksibel, dan berorientasi pada hasil demi mengatasi tantangan jangka pendek di bidang ekonomi.

Hal itu dinyatakan anggota Senate Indonesia Marketing Association, Fritzs Simandjuntak, di Jakarta, Jumat (18/10). Salah satu yang direkomendasikannya adalah Wishnutama, profesional di industri media yang terlihat hasil kerjan nyatanya.

"Sukses penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan Asian GAmes 2018, dan bagaimana efektifitas kampanye terbuka yang dilakukan Jokowi saat Pilpres lalu, pantas diapresiasi tinggi," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Fritzs, kreatifitas dan kemampuan manajerial pria yang bernama lengkap Wishnutama Kusubandio itu, menjadi kredit poin tersendiri, terutama jika dipercaya untuk menangani ekonomi kreatif.

"Bidang pariwisata sebagai sumber devisa non migas Indonesia masih memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Terobosan-terobosan untuk menaikkan nilai tambah pariwisata Indonesia secara ekonomi hanya bisa dihasilkan oleh tokoh-tokoh muda yang kreatif, penuh inovatif, dan orientasi pada hasil yang langsung nyata dirasakan," tambahnya.

 

Baca Juga:  Legislator Kritisi Sejumlah Kebijakan Terkait Nasib Nelayan

 

Meski mengakui kesuksesan beberapa tokoh muda sebagai enterpreuner, namun Fritzs tetap menyarankan agar prinsip kehati-hatian tetap diutamakan dalam memilih enterpreuner sebagai anggota kabinet. Hal tersebut terkait dengan santernya nama Nadiem Makarim, CEO Gojek Indonesia sebagai kandidat menteri.

Fritzs mencontohkan, saat mantan PM Malaysia, Najib Razak memilih beberapa tokoh muda lulusan luar negeri atau pernah bekerja di perusahaan-perusahaan internasional ternama dalam pemerintahannya selama periode 2009-2018, ternyata banyak pula yang gagal dan rontok di tengah jalan.

"Bagaimanapun ada perbedaan antara bekerja di perusahaan, terlebih di perusahaan sendiri, dengan bekerja di pemerintahan. Ada banyak aturan dan pertimbangan sehingga eksekusi jauh berbeda," jelasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Ini Jejak Kasus Buronan Pembobolan Bank Maria Pauline Lumowa

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:53 WIB
Pada September 2003, Maria terbang ke Singapura sebulan sebelum ditetapkan...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Yasonna Sebut Proses Ekstradisi Maria Pauline Berjalan Lancar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 09 Juli 2020, 11:45 WIB
"Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tidak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua...
ANTARA/Reno Esnir

Komisi III Apresiasi Ekstradisi Buronan Pembobol BNI

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 09 Juli 2020, 10:29 WIB
Maria Pauline Lumowa sebelumnya menggondol uang senilai Rp1,7 triliun dari BNI dengan Letter of Credit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya