Jumat 18 Oktober 2019, 13:27 WIB

Tenggat Habis, Jokowi akan Tagih Tito Soal Kasus Novel

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Tenggat Habis, Jokowi akan Tagih Tito Soal Kasus Novel

Mi/ROMMY PUJIANTO
Penyidik KPK Novel Baswedan

 

PRESIDEN Joko Widodo akan menagih hasil pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tenggat yang diberikan Jokowi kepada Tito untuk menyelesaikan kasus itu selesai. Hal itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Pada 19 Juli lalu, Jokowi memberi waktu tiga bulan kepada Tito untuk mengusut kasus penyerangan tehadap Novel. Artinya, tenggat waktu yang diberikan Jokowi jatuh pada Sabtu (19/10) besok.

"Kebiasaan yang dijalankan Pak Jokowi begitu. Selalu mengecek atas perkembangan perkejaan yang telah beliau perintahkan," kata Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/10).

Moeldoko mengatakan, selama ini, Jokowi selalu memantau pekerjaan yang dilakukan anak buahnya.

“Pasti nanti akan dilihat, ditanyakan perkembangannya (ke Kapolri),” jelasnya.

Baca juga: KPK Panggil Dirut PT Inti Terkait Kasus Suap BUMN

Namun, Moeldoko enggan bicara banyak soal kasus penyiraman air keras Novel yang terjadi dua tahun silam. Mantan Panglima TNI itu meminta agar perkembangan kasus Novel ditanyakan langsung kepada Tito.

"Tanya dulu dong Pak Kapolri jangan tanya saya," ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan hasil kerja tim pencari fakta (TPF) kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan akan ditindaklanjuti tim teknis Polri.

Tim teknis diminta menuntaskan kasus Novel dalam 3 bulan. Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7).

“Kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan," kata Jokowi, kala itu. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More