Jumat 18 Oktober 2019, 15:45 WIB

Valverde Tolak El Clasico Ditunda

Patrick Pinaria | Sepak Bola
Valverde Tolak El Clasico Ditunda

AFP/Josep LAGO
Ernesto Valverde

 

LAGA El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid yang digelar pada 26 Oktober terancam ditunda. Konflik politik di Catalunya menjadi persoalannya. Berembus kabar, Asosiasi Sepak bola Spanyol (RFEF) akan menunda laga tersebut hingga dua bulan.

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde keberatan dengan rencana penundaan tersebut. Ia menilai laga tersebut seharusnya tetap berjalan baik meski tetap digelar sesuai jadwal.

"Pertandingan bisa digelar dengan sempurna. Ini kesempatan bagus untuk pertandingan digelar dengan normal. Bermain untuk membuktikan kepada pembenci, ya itu bisa dilakukan," ujar Valverde.

"Jadwal sudah ditetapkan. Pertandingan ini akan dimainkan tanpa masalah. Ini pendapat saya. Tetapi, saya tidak tahu keputusan apa yang akan RFEF ambil," sambungnya.

"Saya lebih suka pertandingan digelar sesuai jadwal. Seperti yang diinginkan para pemain saya," tutur Valverde.

Baca juga: Lionel Messi Mengaku Tak Berniat Tinggalkan Barcelona

Kisruh politik di Catalunya berawal ketika Mahkamah Agung Spanyol memonis penjara sembilan pemimpin Catalonia pada awal pekan ini. Kesembilan pemimpin tersebut divonis dengan hukuman penjara sembilan hingga 13 tahun.

Namun, vonis tersebut mendapat protes keras. Demo besar-besaran terkait vonis itu dikabarkan siap digelar pada 26 Oktober. Tepat saat laga antara Barcelona kontra Madrid digelar.

Sejumlah solusi pun sudah dibicarakan pihak panitia penyelenggara dan RFEF. Dimulai dari pengajuan laga digelar di tempat netral hingga digelar di kandang Madrid terlebih dulu. Namun, usulan tersebut ditolak kedua pihak klub.

Hingga akhirnya, RFEF dan panpel memutuskan menggelar rapat untuk mencari solusi tepat. Beredar kabar, mereka berencana menunda laga El Clasico selama dua bulan dan digelar pada 18 Desember. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More