Jumat 18 Oktober 2019, 14:45 WIB

Nurdin Halid Sebut Koperasi Siap Hadirkan Keadilan untuk Dunia

mediaindonesia.com | Ekonomi
Nurdin Halid Sebut Koperasi Siap Hadirkan Keadilan untuk Dunia

Istimewa
Nurdin Halid

 

SIDANG Umum International Co-Operation Alliance (ICA) Asia-Afrika di Kigali Rwanda, Afrika, resmi ditutup, Kamis (17/10).

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid yang hadir dalam sidang selama 5 hari itu mengatakan agenda utama pembahasan dalam ICA Board Meeting itu adalah menegaskan kembali peran Koperasi untuk Pembangunan Global (Cooperative for Development).

Fokus pembahasan tertuju pada strategi gerakan koperasi global untuk mengentaskan kemiskinan, ketimpangan sosial ekonomi, dan pemanasan global yang melahirkan perubahan iklim ekstrim di berbagai belahan dunia.

"Termasuk menetapkan strategi-strategi substansial mengenai kontribusi koperasi di berbagai sektor ekonomi dan pembangunan," kata Nurdin Halid, dalam keterangan tertulis,  Jumat (18/10).

Forum ICA juga merespons berbagai tren global seperti perkembangan teknologi, distrupsi, dan perubahan iklim.

Baca juga: JK Sebut Redenominasi Rupiah tidak Urgen

"Dalam hal ini, sidang ICA melihat inovasi koperasi sangat diperlukan agar sintesis tentang identitas koperasi dengan enterpreneur yang berkelanjutan selalu melahirkan pendekatan/model koperasi lebih atraktif bekerja di banyak sektor," kata Nurdin.

Untuk itu, dalam program aksinya, ICA merumuskan berbagai upaya pelibatan terus- menerus dalam kampanye koperasi di kalangan generasi muda.

Menurut Nurdin, keunggulan perusahaan koperasi yang memadukan profesionalisme bisnis dan kekuatan pemberdayaan sekaligus, semakin memperkuat keberadaan koperasi dalam menciptakan keadilan dan pemerataan dunia.

"Koperasi adalah sistem sekaligus alat paling tepat untuk menghadirkan keadilan sosial ekonomi di tengah dominasi sistem kapitalisme pascaruntuhnya sistem sosialisme, akhir 1980-an," tegas Nurdin.

Salah satu program unggulan yang sedang berlangsung adalah global cooperative enterpreneur yang merekrut para duta koperasi (ambassador) dari berbagai negara.

Nurdin yang juga mantan Vice President International Cooperative Alliance (ICA) Asia Pacific menjelaskan strategi aksi yang lain adalah go green campaign, koperasi tidak saja merasa perlu mengampanyekan kelestarian lingkungan tetapi juga energi yang ramah dan berkelanjutan.

"Jadi poin penting yang dipetik dari pertemuan ini adalah kesepakatan untuk membangun data base yang kuat dan dalam mengenai kerja-kerja prestasi koperasi di berbagai aspek kehidupan," ujarnya.

Bahkan kata Nurdin, ICA Asia Pacific ke depannya berencana membangun pusat riset koperasi di Teheran Iran.

Kegiatan ICA ini berlangsung selama lima hari, mulai 13 sampai 17 Oktober dengan dihadiri lebih dari 1.000 pengurus ICA Asia Pasific dan Afrika dari 93 negara di dunia.

"Pertemuan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan transformasi dunia melalui penguatan ekonomi keluarga, ekonomi negara, dan pembangunan sosial ekonomi pedesaan secara berkelanjutan," pungkas Nurdin. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More