Jumat 18 Oktober 2019, 09:42 WIB

PSSI Terapkan Formula Jaga Prestasi Calon Bintang Muda Garuda

Deri Dahuri | Sepak Bola
PSSI Terapkan Formula Jaga Prestasi Calon Bintang Muda Garuda

Istimewa/PSSI
Ekspresi pemain timnas U-19 Indonesia Bagus Khafi (kanan) setekah menjebol gawang timnas U-19 Tiongkok dan tim Garuda Muda menang 3-1.

 

PERSATUAN  Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) terus berusaha menjaga performa para bintang muda tim nasional Indonesia agar bisa terus kompetitif dan tidak loyo ketika masuk ke jenjang senior. Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, menjelaskan setidaknya ada lima formula untuk menjaga prestasi para bintang muda Garuda yang sudah dirintis sejak tahun 2018 lalu.

"Pertama, para pemain muda ini akan terus ditempa dalam kompetisi berjenjang Elite Pro Academy (EPA) yang telah dirintis oleh klub-klub profesional. Di dalamnya juga ada program Garuda Select yang membuka kesempatan pemain untuk mendapatkan pelatihan dan lawan tanding terbaik," kata Ratu Tisha saat dihubungi, Kamis, (17/10).

Kedua, Garuda Select yang merupakan bibit-bibit terbaik jebolan EPA juga akan dikirim ke negara-negara sepakbola yang lebih maju seperti Inggris dan Italia. "Kerja sama dengan Football Association (FA) Inggris membuka peluang pemain muda kita bersaing dan bermain di Eropa. Tak hanya itu, pelatih juga mendapatkan pengalaman di area coaching education sekelas klub Eropa," kata Tisha melanjutkan.

Formula ketiga adalah membuka kerjasama dengan Royal Sports Medicine dalam upaya penanganan dan monitoring pemulihan cedera pemain. PSSI juga mendirikan medical science team sebagai implementasi menjaga bintang-bintang muda untuk tetap fit dan bebas cedera.

Tisha juga menekankan sepakbola modern yang perlu didukung dengan sports science dan football science yang memadai. PSSI sudah menjalin kerjasama dengan universitas dan membuka Tim PSSI Football Science secara terpusat.

"Mulai tahun depan, 18 klub di Liga 1 juga akan diwajibkan punya tim football science-nya masing-masing," kata Tisha.

Formula terakhir yang tak kalah penting adalah dengan meningkatkan kualitas dan profesionalitas staf medis, dokter, fisioterapis, dan ahli gizi di klub serta Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjadi ujung tombak bibit pemain muda.

"Monitoring pertumbuhan fisik, nutrisi, medis olahraga juga penanganan cedera menjadi faktor krusial untuk menjaga pemain-pemain junior saat ini agar bisa terus bersaing di level senior," kata Tisha menutup. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More