Jumat 18 Oktober 2019, 10:00 WIB

Pebulu Tangkis Junior akan Terima Bonus di Magelang

Antara | Olahraga
Pebulu Tangkis Junior akan Terima Bonus di Magelang

ANTARA/Humas PP PBSI/Widya Amelia
Pebulu tangkis junior Indonesia bersama pelatih dan ofisial menunjukkan piala usai upacara penyerahan medali final Kejuaraan Dunia Junior.

PEBULU tangkis muda Indonesia yang sukses menjadi yang terbaik pada Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2019 bakal diguyur bonus yang akan diberikan di sela pelaksanaan Superliga Junior 2019 di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (18/10).    

Seremoni pemberian penghargaan bagi skuad Garuda Muda ini sengaja diselenggarakan di sela turnamen CAFFINO Superliga Junior 2019 karena setelah pulang membawa gelar juara WJC 2019 di Kazan, Rusia, para atlet muda langsung bertanding membela klub masing-masing.  

Bonus senilai ratusan juta itu berasal dari Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), sponsor, hingga klub tempat pemain bulu tangkis junior itu bernaung.        

Pada WJC 2019 di Kazan, Rusia, tim beregu Indonesia sukses membawa pulang Piala Suhandinata setelah di partai final mampu mengalahkan tim kuat Tiongkok dengan skor 3-1.    

Baca juga: Praveen/Melati ke Perempat Final Denmark Terbuka

"Kami sangat bangga bisa membawa pulang Piala Suhandinata ke Tanah Air untuk pertama kalinya. Semoga piala ini menjadi simbol bahwa Indonesia bisa bersatu terus," kata salah satu pemain andalan Indonesia Leo Rolly Carnando dalam keterangan resminya.    

Selain membawa pulang Piala Suhandinata, pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil menjuarai nomor ganda putra WJC 2019 setelah mengalahkan wakil Tiongkok Di Zi Jian/Wang Chang di babak final.    

Tim Indonesia di ajang WJC 2019 diperkuat pemain dari berbagai daerah di antaranya Leo Rolly Carnando yang lahir di Klaten, Jawa Tengah, Indah Cahya Sari Jamil yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, dan Putri Syaikah yang lahir di Padang, Sumatra Barat. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More