Jumat 18 Oktober 2019, 08:35 WIB

Awali Aksi Mogok Massal, Mahasiswa Catalonia Gelar Demonstrasi

Basuki Eka Purnama | Internasional
Awali Aksi Mogok Massal, Mahasiswa Catalonia Gelar Demonstrasi

AFP/LLUIS GENE
Demonstran berdiri di belakang barikade yang dibakar dalam aksi demonstrasi di Barcelona

 

KELOMPOK separatis Catalonia kembali turun ke jalan, Kamis (17/10), dimotori oleh mahasiswa yang mengawali aksi mogok massal selama dua hari.

Sekitar 25 ribu mahasiswa dan pendukung mereka ambil bagian dalam aksi demonstrasi di depan Balai Kota Barcelona.

Beberapa dari demonstran mengejek polisi dan melemparkan telur serta tisu toilet ke arah para petugas.

Pada sore hari, sekitar 13 ribu orang melakukan aksi yang lebih damai ketimbang aksi para mahasiswa.

"Aksi yang kami lakukan selama beberapa hari melambangkan rasa tidak berdaya yang kami rasakan saat pemerintah Spanyol terus menolak memberikan kemerdekaan dan mengancam kami sementara negara Eropa lainnya bungkam," ujar seorang akuntan berusia 23 tahun yang hanya mengaku bernama David.

Baca juga: Presiden Catalonia Minta Kekerasan di Barcelona Dihentikan

Eduardo Salinero, mahasiswa Fisika berusia 21 tahun yang mendukung berpisahnya Barcelona dari Spanyol mengatakan banyak orang yang mendukung Catalonia tetap bergabung dengan Spanyol mendukung aksi para mahasiswa karena mereka merasa keputusan Spanyol memenjarakan tokoh separatis Catalonia tidak adil.

Aktivis memblokasi sejumlah ruas jalan di Catalonia dengan membakar ban. Kereta commuter di Barcelona juga tidak beroperasi karena sejumlah demonstran berada di jalur.

Sejumlah jalan tol juga tidak bisa dilalui setelah sejumlah warga dari lima kota di Catalonia melakukan long march menuju Barcelona.

Mereka bertujuan berkumpul di Barcelona pada Jumat (18/10) ketika kelompok separatis menyerukan aksi mogok massal dan demonstrasi besar-besaran memprotes keputusan Mahkamah Agung yang memenjarakan sembilan tokoh separatis Catalonia. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More