Jumat 18 Oktober 2019, 05:10 WIB

Pemerintah Tawarkan Dua Opsi ke Induk Cabor

(Ykb/Ant/R-3) | Olahraga
Pemerintah Tawarkan Dua Opsi ke Induk Cabor

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Harry Warganegara Harun, CdM Kontingen Indonesia.

SEBANYAK tujuh cabang olahraga (cabor) tidak diterbangkan ke Filipina untuk mengikuti SEA Games 2019. Cabor-cabor itu adalah layar, bola tangan, anggar, gulat, tenis meja, bola lantai, dan underwater hockey.

Menurut Komandan Kontingen (CdM) Indonesia Harry Warganegara, ada dua opsi yang bisa mereka tempuh jika tetap ingin ikut SEA Games.

Opsi pertama ialah induk cabor menggunakan biaya sendiri. Lalu, opsi kedua, pemerintah tetap membiayai atlet, tapi tidak dengan ofisial.

"Karena ini terkait anggaran, kami sedang minta revisi anggaran, November nanti baru ketahuan hasilnya, diterima atau tidak," ujar Harry kepada Media Indonesia, kemarin.

"Kami akan memberikan deadline untuk para cabor tersebut hingga hari ini. Mereka (cabor) harus memikirkan siap atau tidaknya untuk mandiri, atau yang disubsidi atletnya saja," tambahnya.

Adanya cabor yang tidak didaftarkan untuk ikut SEA Games lantaran pemerintah hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp47 miliar.

Dana itu hanya cukup untuk 800 atlet dan termasuk ofisial. Namun, jika ingin diberangkatkan seluruhnya, yakni 1.200 atlet beserta ofisial, membutuhkan anggaran Rp60 miliar-Rp70 miliar.

Terpisah, atlet balap sepeda putri Indonesia Ayustina Delia Priatna mendapatkan modal berharga sebelum turun di SEA Games setelah meraih hasil positif pada balapan bergengsi Women Tour of Nanxijiang di Tiongkok, kemarin.

Satu-satunya pembalap road race Indonesia yang bakal di-berangkatkan ke Filipina itu mampu berada di posisi tiga klasemen umum di bawah dua pebalap tuan rumah, Sun Jiajun dan Li Jiujin dengan catatan waktu sama yaitu 3 jam 50 menit 21 detik.

Ayu, sapaan Ayustina, memperkuat tim WCC-Korea Cycling Team. Balapan itu juga diikuti pembalap dari Asia Tenggara yang bakal menjadi rival di SEA Games.

"Hasil yang cukup bagus bagi Ayu. Semoga hasil ini bisa memacu semangat untuk lebih baik lagi pada SEA Games nanti," kata Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Ikatan Sepeda Sport Indonesia Budi Saputra.

Selain berada di posisi klasemen umum, Ayu juga menjadi pembalap muda Asia terbaik. Bahkan pada Intermediate Sprint 2 balapan Women Tour of Nanxijiang, Ayu mampu berada di posisi ke-2. SEBANYAK tujuh cabang olahraga (cabor) tidak diterbangkan ke Filipina untuk mengikuti SEA Games 2019. Cabor-cabor itu adalah layar, bola tangan, anggar, gulat, tenis meja, bola lantai, dan underwater hockey.

Menurut Komandan Kontingen (CdM) Indonesia Harry Warganegara, ada dua opsi yang bisa mereka tempuh jika tetap ingin ikut SEA Games.

Opsi pertama ialah induk cabor menggunakan biaya sendiri. Lalu, opsi kedua, pemerintah tetap membiayai atlet, tapi tidak dengan ofisial.

"Karena ini terkait anggaran, kami sedang minta revisi anggaran, November nanti baru ketahuan hasilnya, diterima atau tidak," ujar Harry kepada Media Indonesia, kemarin.

"Kami akan memberikan deadline untuk para cabor tersebut hingga hari ini. Mereka (cabor) harus memikirkan siap atau tidaknya untuk mandiri, atau yang disubsidi atletnya saja," tambahnya.

Adanya cabor yang tidak didaftarkan untuk ikut SEA Games lantaran pemerintah hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp47 miliar.

Dana itu hanya cukup untuk 800 atlet dan termasuk ofisial. Namun, jika ingin diberangkatkan seluruhnya, yakni 1.200 atlet beserta ofisial, membutuhkan anggaran Rp60 miliar-Rp70 miliar.

Terpisah, atlet balap sepeda putri Indonesia Ayustina Delia Priatna mendapatkan modal berharga sebelum turun di SEA Games setelah meraih hasil positif pada balapan bergengsi Women Tour of Nanxijiang di Tiongkok, kemarin.

Satu-satunya pembalap road race Indonesia yang bakal di-berangkatkan ke Filipina itu mampu berada di posisi tiga klasemen umum di bawah dua pebalap tuan rumah, Sun Jiajun dan Li Jiujin dengan catatan waktu sama yaitu 3 jam 50 menit 21 detik.

Ayu, sapaan Ayustina, memperkuat tim WCC-Korea Cycling Team. Balapan itu juga diikuti pembalap dari Asia Tenggara yang bakal menjadi rival di SEA Games.

"Hasil yang cukup bagus bagi Ayu. Semoga hasil ini bisa memacu semangat untuk lebih baik lagi pada SEA Games nanti," kata Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Ikatan Sepeda Sport Indonesia Budi Saputra.

Selain berada di posisi klasemen umum, Ayu juga menjadi pembalap muda Asia terbaik. Bahkan pada Intermediate Sprint 2 balapan Women Tour of Nanxijiang, Ayu mampu berada di posisi ke-2. (Ykb/Ant/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More