Jumat 18 Oktober 2019, 03:00 WIB

RI-Eurasia Perluas Kerja Sama Ekonomi

MI | Ekonomi
RI-Eurasia Perluas Kerja Sama Ekonomi

ANTARA
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

 

INDONESIA  dan Eurasia sepakat memperluas kerja sama ekonomi dengan menanda-tangani memorandum kerja sama (memorandum of cooperation/MoC) di sela-sela kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) Ke-34 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, kemarin.

Penandatanganan dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan anggota Dewan Menteri untuk Integrasi Ekonomi dan Makroekonomi Eurasian Economic Commission (EEC) Eurasian Economic Union (EAEU) Sergey Glasyev.

Mendag menjelaskan MOC akan dijadikan landasan bagi kedua pihak untuk memulai kerja sama teknis di berbagai bidang guna peningkatan perdagangan dan investasi, seperti pertukaran informasi dan pengalaman, studi bersama, dan mendorong interaksi bisnis.

Bidang kerja sama MOC mencakup 18 sektor, antara lain perdagangan barang, jasa, investasi, industri, pertanian, transportasi, energi, persaingan usaha, dan hak kekayaan intelektual.

"Penandatanganan ini merupakan tonggak sejarah baru bagi kedua pihak. Menteri Sergey baru saja dilantik dan kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Menteri Sergey ke luar negeri. Hal ini memperlihatkan komitmen kedua pihak dalam peningkatan hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota EEC," jelas Mendag.

Pada pertemuan itu kedua menteri juga membahas isu-isu hambatan perdagangan, di antaranya ekspor kelapa sawit yang merupakan ekspor komoditas unggulan Indonesia ke negara EEC.

EAEU adalah pasar tunggal yang beranggotakan lima negara, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Federasi Rusia.

Kelompok negara EAEU memiliki populasi sekitar 183 juta jiwa dan produk domestik bruto (PDB) per kapita sebesar US$27.000. Pada 2018 perdagangan Indonesia-EAEU mencapai US$2,85 miliar. (Hld/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More