Jumat 18 Oktober 2019, 02:20 WIB

Lindungi Pendatang, Pendeta Terima Penghargaan

MI | Nusantara
Lindungi Pendatang, Pendeta Terima Penghargaan

ANTARA
Pendeta Yason Yikwa

 

SEJARAH kemanusiaan di Papua akan mencatat nama Yason Yikwa. Ia pendeta Gereja Baptis Panorama di Jalan Phike, Desa Dokoku, Distrik Kubiki, Jayawijaya.

Saat kerusuhan pecah di Wamena, 23 September lalu, Yason berdiri tegak di depan pintu gereja yang terbuka lebar. Sekitar 300 pengungsi yang kebanyakan warga pendatang, ia terima dengan terbuka. Berlindung dan menghindari amuk massa.

Tak dipilah dari agama, suku, ataupun jenis kelamin. Bukan juga hanya anak dan perempuan, tapi orang dewasa dan warga lanjut usia. Ketika perusuh datang dan menuntut para pengungsi itu dikeluarkan, Yason dengan tegas menolak. "Kalau kamu ingin membunuh mereka, lebih baik kamu bunuh saya," tegas Yason.

Mereka juga dilarang memasuki kawasan gereja. Yason yang dihormati sebagai pemuka agama mampu menundukkan perusuh. Mereka pergi. Pengungsi selamat.

Papua juga mencatat Titus Kogoya. Warga Kampung Mawampi, Distrik Wesaput, Jayawijaya, ini juga berhasil menyelamatkan 500 pengungsi. Saat kerusuhan pecah di Wamena, Titus memblokade jalan masuk ke kampungnya demi melindungi para pengungsi.

"Saya bersama sejumlah pemuda menghadang pelaku kerusuhan dengan menebang pohon, merobohkannya di tengah jalan. Palang darurat itu membuat perusuh tidak bisa masuk ke kampung kami," kata pegawai negeri sipil di Pemerintah Kabupaten Tolikara itu.

Kedua tokoh itu membuat kesengsem Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Mereka diundang dan datang ke Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (16/10) malam.

Agus menyerahkan penghargaan sebagai Pahlawan Perdamaian kepada Yason dan Titus. "Keduanya berpe-ran besar membela kelompok pendatang. Mereka memperlihatkan usaha yang keras untuk menciptakan perdamaian di Papua," kata Agus.

Sementara itu, gelombang pengungsi dari Wamena yang kembali ke daerah asal terus terjadi. Di Pelabuhan Labuan Bajo, sebanyak 87 pengungsi asal Nusa Tenggara Timur, tiba, kemarin. Mereka berasal dari Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. "Kami berharap ketiga pemerintah kabupaten meng-urus mereka dan bisa tiba di kampung halaman," jelas juru bicara Pemprov NTT, Marius Jelamu. (AU/PO/JL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More