Jumat 18 Oktober 2019, 02:00 WIB

Sedia Payung sebelum Hujan

M Ahmad Yakub | Nusantara
Sedia Payung sebelum Hujan

Dok. MI
Normalisasi Sungai

 

HUJAN pasti datang, banjir pun jadi ancaman. Sejumlah daerah memutuskan bergerak cepat melakukan antisipasi supaya korban banjir tidak sebanyak tahun lalu.

Antisipasi dipilih Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dengan mengeruk 41 embung dan 8 sungai. Total anggaran yang sudah dikucurkan mencapai Rp5,6 miliar.

"Kami lebih siap menghadapi musim penghujan. Kondisi sebelum dikeruk, embung dan sungai itu mengalami pendangkalan sehingga saat hujan datang, air berpotensi meluap, jadi banjir," aku Kepala Humas Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan, kemarin.

Embung dan sungai yang sudah dikeruk tidak hanya menyelamatkan warga dari banjir. "Petani, pemilik sawah juga diuntungkan karena kondisi irigasi pertanian akan jadi lebih baik," lanjutnya.

Komunitas Peduli Sungai Klaten, Jawa Tengah, juga sepakat melakukan bersih-bersih sungai.

"Kami bergiat melakukannya di subdaerah aliran Sungai Bengawan Solo. Aktivitas kami lakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Dinas PU, TNI, Polri, dan masyarakat," kata pegiat komunitas, Arif Hidayah.

Menurut Arif, kegiatan bersih-bersih sungai, perbaikan tanggul, dan normalisasi aliran sungai telah dilakukan setidaknya di enam titik yang tahun lalu jadi penyebab banjir. Tanggul yang kritis, seperti di Sungai Birin, Gantiwarno, juga tanggul Su-ngai Dengkeng di Desa Kebon, Bayat, yang terkikis habis akibat banjir, kini telah diperkuat oleh BBWSBS.

Selain perkuatan tanggul, lanjut Arif, pengerukan aliran sungai yang mengalami pendangkalan juga telah dikerjakan, di antaranya di atas Bendung Tukuman. "Kami lebih siap menyambut musim penghujan."

 

Normalisasi

Di Jawa Barat, Pemerintah Kota Cirebon menyasar Sungai Cikalong, sungai besar yang membelah tengah kota. "Kami melakukan normalisasi aliran sungai. Bekerja bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, kegiatan sudah dilakukan saat kemarau," ujar Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati.

Normalisasi diharapkan bisa mengurangi tingkat sedimentasi sehingga daya tampung sungai bisa lebih banyak lagi.

"Saat hujan, air bisa tertampung ke sungai dan tidak meluap hingga ke permukiman warga," jelasnya.

Selain normalisasi, penataan di bantaran Sungai Cikalong juga dilakukan, di antaranya dengan membuat senderan serta taman.

Keberadaan taman diharapkan bisa mempercantik kondisi sungai dan menambah ruang terbuka hijau. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum hujan datang.

Tidak hanya pemimpin daerah, Kapolres Cianjur, Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto juga sudah menyiapkan anggotanya untuk menangkal kejadian bencana alam. "Saya menyiapkan anggota di Satuan Sabhara untuk siaga 24 jam menghadapi potensi bencana alam."

Dari segi sarana dan prasarana, Polres Cianjur juga menyiagakan mobil ambulans serta peralatan pendukung lain. "Semuanya akan siap pada waktunya," tandas Juang.

Warga di Kabupaten Cianjur harus bersiap. Hujan sudah mulai turun. Sejumlah titik di daerah ini juga rawan kejadian tanah longsor.

Di Bangka Belitung, Gubernur Erzaldi Rosman Djohan mengajak masyarakat memerangi sampah. "Jangan buang sampah sembarangan, apalagi ke sungai atau aliran air." (JS/UL/BB/BK/RF/OL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More