Kamis 17 Oktober 2019, 20:47 WIB

Pemerintah Berangkatkan 94 Guru Mengajar Ke Malaysia

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Pemerintah Berangkatkan 94 Guru Mengajar Ke Malaysia

FOTO ANTARA/Amirullah
Anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar (SD) Tunas Harapan dari program Community Learning Center (CLC).

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberangkatkan 94 orang guru untuk mengajar di negeri jiran, Malaysia. Mereka akan mengajar anak-anak Indonesia khususnya pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor perkebunan yang mengalami kesulitan dalam memperoleh akses pendidikan.

Dalam kaitan ini, pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat menyediakan wadah belajar anak Indonesia melalui Community Learning Center (CLC) sebagai upaya memenuhi hak asasi anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan dasar.

Sejalan dengan itu, sejak tahun 2006, sebagai bagian upaya dan kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan warga negaranya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setiap tahun mengirimkan guru- guru untuk bertugas mendidik anak-anak Indonesia terutama yang mdi Sabah dan Sarawak.

Baca juga: 123 Anak TKI Diterima di PTN Favorit

Mendikbud Muhadjir Effendy didampingi Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Supriano saat melepas 94 guru itu, menyatakan perwakilan guru ini merupakan duta bangsa Indonesia sekaligus sebagai bentuk komitmen pemerintahan Presiden Jokowi dalam membangun pendidikan dari pinggiran, khususnya anak Indonesia yang berada di perbatasan di wilayah yang ada di Malaysia.

“Kalian adalah duta bangsa , saya harap menjadi guru yang membawa inspirasi dan menanamkan nasionalisme karena yang diajarkan adalah anak Indonesia juga ,” kata Muhadjir.

Dia menambahkan agar menanamkan rasa percaya diri pada anak Indonesia mengingat anak anak TKI di industri kelapa sawit memiliki rasa inferiority complex atau rasa rendah diri. “Tanamkan mental positif kepada mereka sebagai sesama anak bangsa," tegasnya.

Supriano menambahkan pada tahun ini memasuki periode ke 10, Kemendikbud menerima sebanyak 2.932 Guru yang mendaftar dalam program ini, hanya 94 orang yang lulus diterima untuk dikirim ke Malaysia.

"Yang akan kita berangkatkan di beberapa titik mereka akan mengajar anak-anak kita yang ada diladang. Memang beberapa penduduk masuknya ada yang secara illegal namun mereka tetap warga Indonesia mereka termasuk dalam pemerataan pendidikan," ujarnya.

Mereka akan mengajar di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), menyusul ke SMA. Mereka dikontrak selama 2 tahun dan akan menerima gaji sesuai dengan standar Malaysia yaitu Rp 19,5 Juta termasuk biaya makan dan tempat tinggal. Ono memastikan para guru yang dikirim mempunyai latar belakang sebagai guru yang mempunyai panggilan untuk mengajar dan mendidik.

“Sebagai duta bangsa mereka harus membawa nama baik Indonesia serta memberi contoh dan keteladanan bagi anak anak kita di Malaysia,”harap Ono. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More