Kamis 17 Oktober 2019, 19:30 WIB

Universitas NU Luluskan Sarjana Planologi Pertama di Kalsel

Denny Susanto | Nusantara
Universitas NU Luluskan Sarjana Planologi Pertama di Kalsel

MI/Denny S
Lulusan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel.

 

UNIVERSITAS Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Selatan, Kamis (17/10), menggelar Dies Natalis ke-5 dan Wisuda Sarjana angkatan pertama dari delapan program studi pada kampus yang berdiri sejak 2015 lalu.

Salah satu prodi yang menjadi unggulan Universitas NU Kalsel ialah Program Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) atau dulu dikenal dengan nama Planologi. Lulusan sarjana PWK Universitas NU Kalsel ini merupakan pertama di Kalsel.

Ketua Prodi PWK Universitas NU Kalsel, Dessy Puji Lestari, mengatakan, lulusan sarjana PWK Universitas NU diharapkan dapat berkiprah dan berkontribusi dalam pembangunan di Kalsel.

"Peluang bagi sarjana PWK ini cukup besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga perencanaan di daerah," tuturnya.

Kegiatan pembangunan sangat memerlukan tenaga ahli perencanaan wilayah, terlebih rencana besar pemerintah pusat yang akan membangun Ibu Kota Negara di Kalimantan. Selama ini, tenaga ahli perencanaan merupakan lulusan dari kampus-kampus luar daerah terutama Pulau Jawa.


Baca juga: Keamanan Ibu Kota Baru Terkendali, Warga Diminta tidak Terpancing


Rektor Universitas NU Kalsel, Gerilyansyah Basrindu, dalam laporannya, menyebutkan, lulusan sarjana angkatan pertama Universitas NU baru berjumlah 40 orang dari delapan prodi antara lain PWK, Teknik Sipil, Arsitektur, Agribisnis, Matematika, Akuntansi, Bahasa Inggris, dan Teknologi Informasi (TI).

Namun, saat ini Universitas NU sudah berkembang cukup pesat dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah dan didukung fasilitas perkuliahan memadai.

Sebagai perguruan tinggi baru, Universitas NU Kalsel terus mengejar akreditasi dan pembenahan agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya baik di tingkat regional maupun nasional.

Dies Natalis ke-5 dan Wisuda Pertama Universitas NU juga dihadiri perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) dan orasi ilmiah perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Secara nasional NU telah memiliki sekitar 200 perguruan tinggi namun terbanyak merupakan perguruan tinggi keagamaan.

Lulusan sarjana Universitas NU Kalsel ini diharapkan dapat bersaing dengan lulusan universitas lain untuk mengisi pangsa kerja di era globalisasi dan era revolusi industri 4.0. Lulusan sarjana Universitas NU diharapkan juga tidak melupakan almamater. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More