Kamis 17 Oktober 2019, 18:42 WIB

NasDem : Jokowi Utamakan Soliditas dalam Bentuk Kabinet

Putra Ananda | Politik dan Hukum
NasDem : Jokowi Utamakan Soliditas dalam Bentuk Kabinet

Dok. MI / Rommy Pujianto
Johnny G Plate

 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah merampungkan susunan kabinet yang akan membantu kepemimpinannya di periode kedua. Nama-nama yang masuk ke dalam kabinet tersebut akan diumumkan tidak lama setelah Jokowi bersama Ma'ruf-Amin dilantik sebagai presiden dan wakil presiden oleh MPR pada 20 Oktober.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan, siapapun yang masuk ke dalam kabinet harus mampu membantu Jokowi mewujudkan visi misi pemerintahannya. Tanpa memandang asal usul partai pengusung, partai non pengusung, maupun kalangan profesional non partai.

"Pertimbangan beliau (Jokowi) adalah visi misi yang diterima rakyat. Jadi kalau masuk ke dalam (kabinet) terima visi misi presiden. Jangan bawa visi misi baru," tutur Johnny di Jakarta, Kamis (17/10).

 

Baca juga: Panglima TNI: Pelantikan Presiden Pertaruhan Nama Baik NKRI

 

Johnny melanjutkan, anggota kabinet baru nanti juga wajib meningkatkan kinerja dari kabinet yang ada sebelumnya. Selain itu, dikatakan oleh Johnny dalam menyusun kabinet NasDem meyakini presiden sangat mengutamakan soliditas di dalam koalisi untuk menjaga kekompakkan kabinet ke depan.

"Bisa melakukan koordinasi yg baik di anggota kabinet, bukan kerja sendiri-sendiri," ungkapnya.

Secara tegas Johnny mengatakan, jika Jokowi merasa perlu melebarkan sayap susunan koalisi demi mempercepat terwujudnya visi misi pemerintahan, NasDem siap mendukung keputusan tersebut. NasDem menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada Jokowi sebagai pemegang hak prerogratif.

"Kalau Pak Jokowi merasa (Gerindra dan Demokrat) baik dan perlu memperlebar koalisi maka tentu kita dukung. Tapi kalau Pak Jokowi belum merasa perlu sekarang atau tidak sama sekali ya kita tetap dukung itu," papar Johnny. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More