Kamis 17 Oktober 2019, 18:50 WIB

Polisi Periksa Cairan Vape terkait Kasus Narkoba Vicky Nitinegoro

Antara | Megapolitan
Polisi Periksa Cairan Vape terkait Kasus Narkoba Vicky Nitinegoro

C&R
Aktor Vicky Nitinegoro diduga tersangkut kasus narkoba

 

POLDA Metro Jaya memeriksa cairan rokok elektrik atau vape milik artis Vicky Nitinegoro yang diduga terkait penyalahgunaan narkoba.    

"Masih kita cek di labfor (laboratorium forensik)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, saat dimintai konfirmasi di Jakarta, Kamis (17/10).    

Argo belum dapat memastikan kandungan cairan vape yang diamankan saat penangkapan selebritas Vicky Nitinegoro itu.

Polda Metro Jaya juga mengonfirmasi hasil tes urine Vicky maupun jumlah serta barang bukti yang diamankan saat penangkapan.    

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap pesinetron itu di kawasan Jakarta pada Rabu (16/10) kemarin. Saat ini, Vicky masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya guna memastikan status hukumnya terkait dugaan kepemilikan narkoba.


Baca juga: UMP Naik 8,51%, DKI Tunggu Ketentuan Rapat Rekomendasi


Polda Metro Jaya juga menangkap sutradara film 'Anak Negeri Megalith' Amir Mirza Gumay bersama dua rekannya, Budi Kurniawan, dan Trisna terkait narkoba pada dua lokasi berbeda, Senin (14/10).  

Petugas meringkus Amir Mirza Gumay bersama tersangka Budi Kurniawan dengan barang bukti satu plastik klip berisi kristal putih diduga sabu seberat 0,52 gram bruto, satu alat isap sabu (bong), serta dua telepon seluler.

Polisi mengembangkan penyelidikan menggeledah rumah kontrakan di Kampung Domba Nomor 1 RT 004/007 Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur.  

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap tersangka Trisna beserta satu plastik klip berisi kristal putih diduga sabu seberat 0,38 gram, satu linting ganja sebanyak 0,72 gram, timbangan, alat isap sabu, serta telepon seluler. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More