Kamis 17 Oktober 2019, 18:40 WIB

Ibu Kota Baru mulai Dibangun Tahun Depan

Abdillah Muhammad Marzuqi | Nusantara
Ibu Kota Baru mulai Dibangun Tahun Depan

ANTARA
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro

 

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan peletakan batu pertama calon Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur akan dimulai pertengahan tahun depan.

"Semester II, (tahun) 2020," terang Bambang usai Senimar Nasional: 'Kebudayaan Dayak dan Kontribusinya terhadap Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur' di Gedung Saleh Afiff Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (17/10).

Bambang mengungkapkan, pembangunan itu tidak hanya meliputi kawasan ibu kota negara, tetapi wilayah sekitar juga turut dibangun.

"Sudah kami sampaikan pada masyarakat Dayak secara umum, bahwa yang dibangun nanti tidak hanya di dalam wilayah Ibu Kota Negara saja, tapi juga mencakup daerah penyangga sekelilingnya," tambahnya.

Tidak hanya pembangunan secara fisik, pembangunan manusia juga diprogramkan oleh pemerintah. Hal itu bertujuan untuk memudahkan masyarakat lokal berbaur dengan masyarakat lain ketika ibu kota baru sudah aktif.

"Termasuk bagaimana caranya kita membangun masyarakat lokal sehingga masyarakat lokal nanti bisa berbaur dengan mudah di ibu kota baru tersebut," lanjut Kepala Bappenas itu.


Baca juga: 11 Seismograf akan Dipasang Pascagempa di Maluku


Meski demikian, untuk tahap awal pemerintah akan memfokuskan pembangunan di wilayah khusus bakal ibu kota yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim, Bambang yakin jika pembangunan itu bakal berdampak positif terhadap daerah lain di Kaltim.

"Tentunya kita sekarang fokus di wilayah khusus ibu kota baru tersebut, tentunya tanpa meninggalkan pembangunan di Kaltim. Saya yakin dengan pembangunan ibu kota baru ini akan ada banyak dampak positif secara ekonomi dan infrastruktur terhadap wilayah Kaltim lainnya," lanjutnya.

Bambang juga memastikan ibu kota baru yang bakal dibangun memerlukan banyak tenaga kerja. Bambang juga akan mengutamakan tenaga kerja lokal.

"Penyerapan tenaga kerja itu pasti. Dengan kebutuhan tenaga kerja yang begitu besar, terutama selama masa kontruksi, pasti kita membutuhkan partisipasi dari semua pihak. Terutama kita akan dulukan yang lokal, tapi pada saat yang sama kita juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal sehingga nantinya kalau kota sudah beroperasi, mereka tetap bisa mendapatkan peluang bekerja di ibu kota yang baru," terang Bambang. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More