Kamis 17 Oktober 2019, 16:00 WIB

Upaya Tokopedia dan Bukalapak Awasi Peredaran Obat dan Makanan

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Upaya Tokopedia dan Bukalapak Awasi Peredaran Obat dan Makanan

Dok.BPOM
Badan POM bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Market Places awasi peredaran produk obat dan makanan secara daring

 

BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Gojek, Grab, Klikdokter dan Halodoc untuk mengawasi penjualan obat dan makanan secara daring.

"Kami menyamakan kesepakatan, membangun mekanisme yang utamanya melindungi masyarakat," kata Kepala Badan POM Penny K Lukito dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Badan POM dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Market Places di Kantor Badan POM, Jakarta, Kamis (17/10).

Penny menjelaskan ada tiga aspek yang telah disepakati Badan POM dengan idEA dan para pemilik marketplace dalam kerja sama ini. Pertama yakni aspek pengawasan, sharing informasi dan edukasi masyarakat.

Assistant Vice President of Public Policy and Government Relations PT Bukalapak Bima Laga mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan pada produk yang melanggar atau tidak sesuai persyaratan di Bukalapak dengan menghapus produk tersebut dari laman.

"Sekarang kalau ada pelanggaran atau perintah take down dari Badan POM selalu mengirimkan surat dan kita dan kami selalu langsung take down secepatnya," ujar Bima.

Baca juga: Badan POM Gandeng Asosiasi E-Commerce dan Marketplace Indonesia

Bima menambahkan ke depan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menyediakan SDM khusus untuk meningkatkan pengawasan peredaran obat dan makanan di Bukalapak. Dia pun berharap dengan adanya kerja sama ini Badan POM bersama pihak marketplace dapat membangun sistem yang lebih terintegritas.

Sedangkan Vice President Public Policy and Government Tokopedia Astri Wahyuni mengungkapkan pihaknya telah melakukan dua upaya guna mengontrol peredaran obat dan makanan di Tokopedia. Upaya pertama yakni melakukan edukasi pada market dengan mencantumkan daftar produk yang dilarang dijual dalam syarat dan ketentuan.

Sedangkan upaya kedua yakni dengan mengedukasi dan mendorong masyarakat melakukan pelaporan jika terdapat produk ilegal atau terlarang.

"Kita mengajak masyarakat untuk proaktif melaporkan, karena kami memiliki jalur pelaporan," tuturnya.

Astrid memandang kerja sama ini merupakan awal yang baik agar terjadi komunikasi atau kordinasi antara Badan POM dan pihak E-Commerce untuk memaksimalkan pengawasan peredaran obat dan makanan secara daring.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More