Kamis 17 Oktober 2019, 14:40 WIB

SDM Jadi Lokomotif Penting Pengembangan Ekonomi

Hilda Julaika | Ekonomi
SDM Jadi Lokomotif Penting Pengembangan Ekonomi

MI/Hilda Julaika
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan materi mengenai pentingnya SDM untuk pengembangan ekonomi Indonesia

 

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia berada dalam zona positif yakni di angka 5,05% pada kuartal II. Meskipun secara perbandingan sedikit lebih rendah ketimbang saat kuartal II tahun lalu yang mencapai 5,27%. Namun, pencapaian itu terhitung positif di tengah keadaan ekonomi global yang tengah goyang.

Menteri Perindustrian Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia bisa semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan membangun sumber daya manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang hendak mengutamakan pemberdayaan SDM. Upaya ini juga untuk mengembangkan ekonomi yang berdampak secara sosial.

Airlangga menyampaikan konsep Making Indonesia 4.0 atau Digitalisasi Ekonomi merupakan perkembangan ekonomi berbasis inklusif yang yang menjadikan digital sebagai alat utama. Kementerian Perindustrian pun mengambil peran dengan membuat program Revitalisasi Vokasi Industri yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan.

"Pemberdayaan manusia akan semakin membuat negara melaju cepat. Indonesia diuntungkan dengan bonus demografi yang akan dirasakan hingga 2030. Usia rata-rata orang Indonesia adalah 29 tahun, usia produktif. Bonus demografi ini akan sangat menguntungkan untuk pertumbuhan ekonomi mendatang," kata Airlangga saat menyampaikan konsep Making Indonesia 4.0 yang bisa memperkuat ekonomi bangsa, Kamis (17/10).

Baca juga: Daya Saing Turun akibat Produktivitas SDM

Pun, ia merinci pertumbuhan ekonomi di kuartal II berasal dari sektor industri terhitung memiliki andil sebesar 19,52% pada pertumbuhan ekonomi tersebut diikuti oleh pertanian sebesar 13,57% dan perdagangan 12,95%. Sementara itu, dari sisi ekspor industri sektor manufaktur mampu mencapai angka 75,32% dengan nilai ekspor sebesar US$52,19 miliar.

"Enam sektor dengan nilai ekspor tertinggi datang dari industri makanan & minuman, industri logam dasar, industri kimia farmasi, dan industri transportasi," imbuhnya.

Program Revitalisasi Vokasi Industri

Airlangga menyampaikan salah satu program yang dicanangkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Indonesia yakni Revitalisasi Vokasi Industri terdiri dari pembangunan 65 Poltek dan revitalisasi 147 Poltek, revitalisasi 2.612 SMK dan dihubungkan dengan 855 industri, serta pelatihan dan kartu prakerja untuk 1.587.500 tenaga kerja (TK).

"Akselerasi akan semakin cepat, dengan pendidikan yang berbasis SMK dan Politeknik akan didorong untuk mendukung sektor manufaktur, industri, pariwisata, dan digital ekonomi," ujarnya saat ditemui di acara Trade, Tourism, and Investment Forum sebagai rangkaian acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

Program pendidikan vokasi menjadi tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, diharapakan agar seluruh SMK di Indonesia ke depannya dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri.

Program Making Indonesia 4.0 pun bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan juga industri manufaktur akan ditingkatkan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More