Kamis 17 Oktober 2019, 12:45 WIB

90% Terduga Teroris yang Ditangkap Berbaiat IS Secara Daring

90% Terduga Teroris yang Ditangkap Berbaiat IS Secara Daring

ANTARA/Ardi Kuncoro
Petugas Polisi melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga Teroris di Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharjo

 

KEPALA Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, dari 36 terduga teroris yang ditangkap selama sepekan terakhir, hampir 90% berbaiat kepada Islamic State (IS) secara online (daring).    

"Oleh karena itu, saya menyebutnya adalah fenomena baru," kata Irjen Iqbal di Jakarta, Rabu (16/10) malam.    

Kelompok itu melakukan interaksi lewat media sosial serta aplikasi pesan WhatsApp dan Telegram.    

"Mereka berkomunikasi, berinteraksi, melakukan diskusi tentang ideologi mereka," katanya.    

Iqbal menduga jumlah kelompok ini banyak dan berpencar.

Baca juga: Densus Temukan Buku Jihad Teroris Suriah

"Mereka belajar merakit bom melalui online, otomatis borderless, karena itu mereka ada di mana-mana dan jumlahnya kami duga tidak sedikit," jelasnya.    

Ada sebanyak 36 orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror dalam rentang waktu 10-16 Oktober 2019.    

"Ada 36 orang totalnya. Densus 88 terus berpencar dan mengejar semua tersangka," katanya.        

Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.   

Puluhan orang yang diamankan itu juga termasuk dua polisi wanita (polwan) yang terindikasi terpapar paham radikalisme.        

"(Adanya polwan terpapar radikal), Polri introspeksi ke dalam," kata Iqbal.    

Ia menyebut segala strategi masif dilakukan Polri untuk menangkap dan sekaligus menghentikan rencana aksi teror kelompok ini. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More