Kamis 17 Oktober 2019, 12:30 WIB

AC Milan Alami Kerugian Rp2,3 Triliun

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
AC Milan Alami Kerugian Rp2,3 Triliun

AFP/PACO SERINELLI
Logo AC Milan

 

MANTAN klub raksasa Italia AC Milan mengalami kerugian besar. Hal itu diungkapkan media massa Italia, Rabu (16/10).

Gazzetta Dello Sport melaporkan dalam tmepo satu tahun hingga 30 Juni 2019, kerugian AC Milan naik sebesar 16% menjadi 146 juta euro (sekitar Rp2,3 triliun) dibandingkan kerugian sebesar 126 juta euro (sekitar Rp2 triliun) pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Gazzetta menyebut jumlah kerugian itu lebih parah dari perkiraan sebelumnya sebesar 90 juta euro (sekitar Rp1,4 triliun).

Perusahaan hedge fund asal Amerika Serikat, Elliott, mengambil alih mantan jawara tujuh kali kompetisi Eropa itu dari pengusaha Tiongkok Li Yonghong pada Juli 2018.

Absennya Rossoneri dari kompetisi Eropa memiliki pengaruh pada penjualan cenderamata dan sponsor. Pemasukan AC Milan dari sponsor merosot sebesar 6,7 juta euro (sekitar Rp105 miliar) sementara pendapatan dari penjualan tiket menurun sebesar 1,2 juta euro (sekitar Rp18,8 miliar).

Baca juga: Pecat Giampaolo, AC Milan Dekati Pioli

Namun, pemasukan dari hak cipta televisi naik dari sebesar 109,3 juta euro (sekitar Rp1,7 triliun) menjadi 113,8 juta euro (sekitar Rp1,8 triliun).

Milan mengakhiri musim lalu di peringkat lima klasemen Serie A namun harus melepas jatah tampil di Liga Europa karena melanggar aturan Financial Fair Play.

Untuk mencegah AC Milan pailit, Elliott telah menyuntikan dana sebesar 325 juta euro (sekitar Rp509,6 miliar) hingga September lalu.

Di lapangan, klub pemenang 18 gelar Serie A itu juga mengalami krisis setelah pelatih Marco Giampaolo dipecat setelah bertugas selama hanya tujuh laga.

Stefano Pioli menjadi pelatih AC Milan kedelapan dalam tempo lima tahun.

AC Milan memenangkan gelar Serie A terakhir mereka pada 2001 dan sudah tidak tampil di Liga Champions sejak musim 2013-14.

Saat ini, AC Milan terpuruk di peringkat 13 klasemen Serie A setelah menderita empat kekalahan beruntun. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More