Kamis 17 Oktober 2019, 11:16 WIB

Airnav Tingkatkan Kualitas Layanan Navigasi di Bandara Perintis

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Airnav Tingkatkan Kualitas Layanan Navigasi di Bandara Perintis

ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Petugas mengamati pesawat yang mendarat dari tower atau menara milik AirNav Indonesia di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo

 

KOMITMEN Airnav Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan tidak hanya dijalankan di bandara-bandara besar. Lapangan terbang perintis di daerah-daerah pelosok pun tidak luput dari penanganan perseroan.

Pada tahun ini, Airnav meluncurkan 45 program senilai Rp245,5 miliar untuk peningkatan pelayanan navigasi di Papua. Adapun, salah satu program yang dilaksanakan adalah pengadaan automatic dependent surveillance-broadcast (ADS-B) di tujuh bandara perintis di provinsi tersebut.

Sekretaris Perusahaan Airnav Novy Pantaryanto menjelaskan ADS-B merupakan sistem pengamatan penerbangan yang salah satu fungsinya mendeteksi posisi pesawat terbang. Dengan teknologi tersebut, petugas pengatur lalu lintas penerbangan akan memperoleh informasi posisi, kecepatan, Mode-S Address, arah, Callsign dan informasi lain dari pesawat.

"Ini fungsinya sama dengan radar, tetapi dengan ukuran lebih kecil, tdak butuh tempat yang luas jadi di bandara perintis bisa digunakan," jelas Novy, Kamis (17/10).

ADS-B juga cocok ditempatkan di bandara perintis karena tetap mampu memancarkan dan menangkap transmisi dari pesawat dengan baik walaupun terhalang pegunungan.

Baca juga: Airnav Rogoh Rp2,6 Triliun TIngkatkan Layanan Navigasi

Pihaknya memang memprioritaskan bandara-bandara perintis di Papua dalam program pemasangan ADS-B. Pasalnya, banyak daerah di Papua terutama yang terletak di pegunungan yang masih belum terjangkau fasilitas jalan raya. Tidak ada moda transportasi darat untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain.

"Moda transportasi utama di Papua itu melalui udara. Di sana kondisinya pegunungan yang belum ada jalan. Dari Puncak Jaya ke bawah mana bisa pakai darat. Harus pesawat," tuturnya.

Berbeda dengan Kalimantan, walaupun ada banyak juga penerbangan perintis, di kawasan itu memiliki jaringan jalan yang sudah lengkap sehingga perjalanan bisa ditempuh melalui jalur darat.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Aditya Pradana Putra

Wapres: Jumlah BUMN akan Dirampingkan Menjadi 100

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 09 Juli 2020, 12:07 WIB
Saat ini terdapat 142 BUMN yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari migas, pangan, farmasi, infrastruktur, telekomunikasi, sampai...
Romeo Gacad/AFP

Lion Air: Tren Penerbangan Hampir Mendekati Normal

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 09 Juli 2020, 11:24 WIB
Tren pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat dari bulan ke bulan, terjadi pergerakan perekonomian menuju arah yang lebih baik,...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Lion Air Pekerjakan Kembali 2.600 Pegawai Kontraknya

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 09 Juli 2020, 09:10 WIB
Danang mengaku adanya pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan menyebabkan adanya PHK dan pemotongan gaji ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya