Kamis 17 Oktober 2019, 11:30 WIB

Diduga Keracunan, 21 Santri Kudus Dirawat di Rumah Sakit

Akhmad Safuan | Nusantara
Diduga Keracunan, 21 Santri Kudus Dirawat di Rumah Sakit

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Warga yang mengalami korban keracunan makanan menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Syekh Yusuf, Sulsel

 

PULUHAN santri Pondok Pesantren Nahdatul Quran di jalan KH Arwani Amin No 12, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dirawat di beberapa klinik dan rumah sakit.

Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makan siang pada Rabu (16/10) yakni kepala pusing, mual, muntah, diare hingga suhu badan tinggi. Sebagian dari santri tersebut sudah diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan. Beberapa klinik dan rumah sakit yang menangani kasus tersebut yakni Klinik Al Fatah, Klinik As-syifa, RSI Sunan Kudus, Klinik Masitoh, RS Aissyiyah dan RSUD Loekmantoro Hadi Kudus.

"Mereka sebanyak 21 santriwati dilarikan ke rumah sakit ini dengan keluhan yang sama, dugaan sementara mengalami keracunan," kata seorang dokter di RSUD Kudus.

Kepala Polsek Kota Ajun Komisaris Na'im mengatakan hingga saat ini petugas masih melakukan penyelidikan penyebab para santriwati di pondok pesantren tersebut mengalami dugaan keracunan. Namun petugas juga mengalami kesulitan karena makanan sisa yang diduga menjadi sumber keracunan sudah tidak ditemukan karena sudah dibersihkan.

Baca juga: Keracunan Makanan, 54 Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurut keterangan beberapa santri, lanjut Na'im, makanan yang dikonsumsi dimasak oleh para santri sendiri, sesuai ketentuan pondok para santri tidak boleh jajan di luar.

"Itu masih kita dalami," imbuhnya.

Peristiwa keracunan itu diketahui dari tiga orang santriwati yang mengalami pusing, mual, sakit perut, diare hingga demam tinggi. Mereka segera dibawa ke klinik untuk menjalani perawatan.

Salah seorang pengurus pondok Nailus bersama pengurus lain merasa curiga, kemudian melakukan pengecekan ke kamar-kamar santri dan ternyata sebanyak 40 orang santriwati mengalami sakit dengan gejala yang sama.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More