Kamis 17 Oktober 2019, 10:30 WIB

Bupati Sunur Minta Presiden Resmikan RSUD Lewoleba

Alexander P Taum | Nusantara
Bupati Sunur Minta Presiden Resmikan RSUD Lewoleba

MI/Alexander P Taum
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur melakukan pengguntingan pita gedung baru RSUD Lewoleba, Kamis (17/10).

 

RSUD Lewoleba yang dibangun oleh Pemkab Lembata, Nusa Tenggara Timur resmi beroperasi hari ini. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur melakukan pengguntingan pita gedung baru RSUD Lewoleba, Kamis (17/10).

"Hari ini bukan peresmian rumah sakit. Yang dibuka hari ini ruang-ruang dan fasilitas yang bisa diapakai sebelum peresmian resmi. Saya coba beranikan diri saja. Siapa tahu Presiden Joko Widodo tergerak dan bisa datang untuk meresmikan tempat ini," kaya Bupati Sunur di sela-sela kunjungan ke RSUD Lewoleba, Kamis (17/10).

Ia menambahkan apabila semua urusan administrasi, termasuk urusan limbahnya sudah tuntas maka dia akan melobi Presdien Joko Widodo datang ke Lembata untuk meresmikan RSUD tersebut.

"Kalau presiden datang, salah satu yang diresmikan ini adalah rumah sakit ini."

Ia meminta paramedis berlatih meningkatkan pelayanan rumah sakit agar masyarakat nyaman saat berobat. Paramedis harus bersikap santun, ramah dan selalu tersenyum.

"Kalau di NTT gedung megah ini setara dengan RS Siloam. Kalau fisiknya bagus berarti orang yang tempati juga harus bagus. Ini bagian dari salah satu kebijakan strategis dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan  masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana serta pembangunan pelayanan medis. Gedung baru senyum juga harus baru," pesan Bupati Sunur.

Dia mengakui sejumlah fasilitas masih harus ditambah termasuk penambahan dua blok yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan pasien komersial dan BPJS.

Lebih lanjut, Bupati Sunur menambahkan pada tahun 2020 Pemkab Lembata juga akan mengadakan alat cuci darah dengan sistem kontrak. Sekalipun pengadaan cuci darah itu tidak ada di dalam Kebijakan Umum dan Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara, pemerintah tetap harus mengadakan alat cuci darah. Sebab banyak sekali pasien yang
membutuhkannya.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero memberi apresiasi pemanfaatan gedung rumah sakit baru tersebut. Dia memuji gedung rumah sakit yang megah dan punya fasilitas lengkap.

baca juga: Kapolda Kaltim Imbau Warga Penajam Tetap Tenang

"Semua ini harus dibarengi dengan kualitas pelayanan para tenaga kesehatan," kata Gero.

Direktur RSUD Lewoleba, dr Bernard Beda, kepada Media Indonesia, menyebutkan dari dua lantai gedung tersebut, pihak RS hanya memanfaatkan satu lantai. Lantai satu itu dimanfaatkan untuk poli spesialis, UGD dan rekam medik. Tenaga medis dari ruangan lama juga sudah pasti dipindahkan ke ruangan baru. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More