Kamis 17 Oktober 2019, 10:00 WIB

Presiden Catalonia Minta Kekerasan di Barcelona Dihentikan

Basuki Eka Purnama | Internasional
Presiden Catalonia Minta Kekerasan di Barcelona Dihentikan

AFP/LLUIS GENE
Demonstran melemparkan sejumlah barang ke arah polisi dalam demonstrasi di Barcelona.

 

PRESIDEN Catalonia Quim Torra menyerukan agar bentrokan berdarah yang mengguncang Barcelona selama tiga hari dihentikan. Torra menyebut aksi kekerasan itu mencoreng gerakan separatis Catalonia.

Saat ibu kota Catalonia itu diramaikan suara sirena dan aksi kaum muda bertopeng yang bertempur dengan polisi antihuru-hara, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez meminta Torra untuk mengecam aksi kekerasan itu.

Pada Rabu (16/10) pagi, ribuan orang melakukan aksi demonstrasi yang dimotori kelompok radikal CDR.

Namun, menjelang sore, situasi berubah menjadi kacau dengan ratusan orang berlari di jalan, melemparkan batu bata, membakar mobil, dan terkadang melakukan swafoto di depan barikade yang dibakar.

Baca juga: Polisi dan Pengunjuk Rasa Kembali Bentrok di Barcelona

"Ini bukan kekerasan. Ini adalah bela diri," seru sekelompok pemuda bertopeng yang berdiri di depan sebuah barikade yang terbakar.

Beberapa di antara mereka melemparkan bom molotv dalam aksi kekerasan yang juga meluas ke kota lain di kawasan itu seperti Tarragona dan Leida.

Hal itu memicu Presiden Catalonia menyampaikan pidato yang disiarkan langsung televisi.

"Aksi kekerasan ini harus dihentikan saat ini juga," ujar Torra.

"Tidak ada alasan atau justifikasi membakar mobil atau aksi vandalisme lainnya. Demonstrasi seharusnya berjalan dengan damai,"

"Kita tidak bisa membiarkan kelompok semacam ini menginfiltrasi dan memprovokasi demi merusak citra gerakan jutaan warga Cataloni," imbuhnya. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More