Kamis 17 Oktober 2019, 08:40 WIB

Densus Temukan Buku Jihad Teroris Suriah

Widjajadi | Politik dan Hukum
Densus Temukan Buku Jihad Teroris Suriah

ANTARA FOTO/Ardi Kuncoro
Petugas Polisi melakukan penjagaan saat dilakukan penggeledahan di rumah terduga Teroris di Desa Waringinrejo, Cemani, Grogol, Sukoharj.

 

DENSUS 88 Antiteror terus bergerak melakukan penggeledahan ke sejumlah rumah terduga teroris di beberapa desa di kabupaten Sukoharjo. Tindakan penggeledahan itu sebagai kelanjutan dari penangkapan 5 terduga teroris sepanjang Selasa (16/10) .

Saat pengeledahan di kamar kos Abdul Karim, Jaelani dan Syuhada, tim  mendapatkan 9 peluru, sangkur, dan bagan elektronik.

 Namun, pada penggeledahan di kamar terduga Achmad Sarwani di Warinhinrejo, Cemani, Sukoharjo, tim Densus 88 hanya menemukan buku jihad teroris Suriah. Buku-buku yang sama juga ditemukan di kamar terduga teroris Krisyono Herlambang.

Ketua RT 02 Dukuh Waringinrejo, Tri Kasyanto, 53, mengungkapkan, terduga teroris Achmad Sarwani hanya menumpang di rumah Danang, warga setempat. " Yang digeledah itu rumah milik almarhum Ngaliman. Kemudian, rumah tersebut ditempati anaknya bernama Danang dan mengajak Achmad Sarwani," tegas dia.

Di Sragen  Densus 88 Antiteror Mabes Polri menambah dua tangkapan terduga teroris, yang merupakan pasangan suami-istri di Masaran, Kabupaten Sragen.

Dengan dicokoknya Abdul Aziz, 22, dan Mariam yang merupakan pasangan suami istri terduga teroris di Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen ini, sudah ada 7 terduga teroris yang diamankan selama dua hari terakhir.

Di sisi lain, mantan narapidana terorisme yang namanya tidak disebut mengajak para mantan teroris atau orang-orang yang belum bergabung ke dalam kelompok jaringan teroris untuk tidak lagi melakukan aksi-aksi terorisme. Imbauan ini juga ditujukan kepada para teroris yang masih mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan.

Mantan teroris ini juga prihatin atas peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto. Ia juga mengutuk kejadian itu dan menilai peristiwa penusukan tersebut bukanlah rekayasa aparat, tapi memang masih bagian dari aksi terorisme.

Menurutnya aksi-aksi/kejahatan terorisme yang sekarang lebih didasari  motif ekonomi. Termasuk untuk menjadi mujahidin yang dikirim ke Suriah. Ia mengatakan kelompok jaringan teroris yang ada sekarang terpecah-pecah dan ruang geraknya semakin sempit karena sudah banyak jaringan yang mulai terbongkar aparat.

 Ia pun mengingatkan agar warga terus hati-hati karena kelompok/jaringan teroris kini mengincar kalangan remaja dengan merekrutnya melalui jaringan media sosial (medsos). Karena itu, ia meminta khalayak luas agar jangan mau mengikuti kelompok tersebut.(WJ/BN/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More