Kamis 17 Oktober 2019, 06:34 WIB

KPK Tetapkan Wali Kota Medan sebagai Tersangka

Faisal Abdalla | Politik dan Hukum
KPK Tetapkan Wali Kota Medan sebagai Tersangka

ANTARA/M Risyal Hidayat
Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (tengah)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka suap terkait proyek dan jabatan Tahun Anggaran 2014-2015 dan 2016-2021.

Dzulmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yaitu Kepala Dinas PUPR Kota Medan Isa Ansyari dan Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar.

Mereka merupakan tiga dari enam orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Selasa (15/10) hingga Rabu (16/10).

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Saut Sitimorang saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (16/10).

Baca juga: Wali Kota Medan Minta Uang Biayai Keluarga ke Jepang

OTT ini berawal dari informasi adanya permintaan uang dari Dzulmi untuk menutupi ekses perjalanan Dinas Wali Kota bersama jajaran Pemerintah Kota Medan ke Jepang. Syamsul selaku Sub Bagian Protokoler menyanggupi permintaan Dzulmi.

Syamsul kemudian menghubungi sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kota Medan untuk meminta 'kutipan' dana. Dana itu akan digunakan untuk menutup ekses dana perjalanan dinas dalam APBD Kota Medan.

Pada Selasa (15/10), Isa selaku Kadis PUPR Kota Medan bersedia memberikan uang Rp250 juta. Uang itu rencananya akan diberikan melalui transfer sebesar Rp200 juta dan tunai Rp50 juta.

"Setelah memastikan adanya transaksi pemberian uang dari Kadis PU ke APP (Aidiel Putra Pratama) selaku ajudan TDE (Dzulmi), pada hari yang sama, tim KPK langsung bergerak mengamankan orang-orang terkait," ujar Saut.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (15/10), tim KPK mengejar seorang ajudan Wali Kota bernama Andika. Dia diduga baru mengambil uang Rp50 juta dari Isa untuk Dzulmi.

Namun, Andika berhasil kabur. KPK, hingga kini, masih mencari keberadaan Andika.

"KPK mengimbau kepada AND (Andika), seorang ajudan, untuk segera menyerahkan diri ke KPK dan membawa serta uang Rp50 juta yang masih dalam penguasaannya," ujarnya.

Dzulmi dan Syamsul selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Isa disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Ist/DPR

Berbagi Pengalaman Menghadapi Covid-19 dengan Beberapa Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:02 WIB
Adalah 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang...
Antara/Septianda Perdana

KSP Minta Tokoh Masyarakat Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:14 WIB
Moeldoko menyebut protokol kesehatan pada masa kenormalan baru harus menjadi pola hidup baru di...
Ilustrasi

Densus 88 Amankan Satu Terduga Teroris dan Bahan Peledak

👤Antara 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:40 WIB
Densus 88 bersama Tim Gabungan Resmob dan Datasemen Khusus Antiteror Polda Kalbar mengamankan terduga teroris berinisial AR (21) beserta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya