Rabu 16 Oktober 2019, 23:18 WIB

BPJS TK Raih Dua Penghargaan di Forum Jaminan Sosial Sedunia

mediaindonesia.com | Ekonomi
BPJS TK Raih Dua Penghargaan di Forum Jaminan Sosial Sedunia

Istimewa/BPJS TK
BPJS Ketenagakerjaan meraih dua penghargaan tertinggi dari International Social Security Association (ISSA) di Brussel, Belgia, Rabu (16/10)

 

PADA pertemuan Forum Jaminan Sosial Dunia atau World Social Security Forum (WSSF) di Brussels, Belgia, Rabu (16/10), BPJS Ketenagakerjaan (TK) meraih dua penghargaan tertinggi dari International Social Security Association (ISSA) untuk pengembangan dan pemanfaatan sistem teknologi informasi (TI) dan pelaksanaan Program Return to Work (RTW).

Di forum yang diselenggarakan ISSA dan perwakilan dari 152 negara, BPJS TK patut berbangga meraih dua penghargaan tersebut. Pasalnya dua penghargaan yang prestige itu hanya diberikan kepada lembaga yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial yang ditetapkan berdasarkan standar dari ISSA. 

Penghargaan tersebut dinamakan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW) Program.
 

BPJS TK menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dari tujuh penerima penghargaan dari ISSA pada kegiatan tersebut.

Sekretaris Jenderal ISSA, Marcelo Abi-Ramia Caetano, menyatakan, sistem teknologi informasi dan program Return to Work milik BPJS TK telah berhasil memenuhi semua aspek guidelines yang ditetapkan oleh ISSA. Bahkan ISSA memberikan masukan yang krusial untuk penyempurnaan guidelines dimaksud.

Seremonial pemberian penghargaan ISSA ini dilaksanakan di Kota Brussel, Belgia, Rabu pagi (16/10). Acara tersebut disaksikan langsung oleh lebih dari 1.000 delegasi World Social Security Forum (WSSF) yang merupakan perwakilan dari lebih dari 300 institusi jaminan sosial yang berasal dari 152 negara.

Pertemuan WSSF itu berlangsung selama empat hari pada 14-18 Oktober 2019. Pertemuan tersebut juga dihadiri para menteri dan petinggi jaminan sosial dari 152 negara.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto, berharap apresiasi tersebut menjadi penyemangat dan motivasi bagi insan BPJS TK di seluruh Indonesia.

"Penghargaan ini sangat spesial, karena lembaga jaminan sosial di Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan setingkat ISSA Certificate of Excellence dan pertama kali juga  sebuah lembaga langsung sekaligus mendapatkan dua awards, untuk ICT dan RTW. Tentunya ini berkat kerja cerdas dan keras semua pegawai yang didukung oleh semua stakeholder kami," jelas Agus.
 
Agus menjelaskan, kunci pengembangan sistem teknologi informasi dari BPJS TK adalah berusaha mengoptimalkan kapasitas internal dalam mengembangkan sistem teknologi informasi yang handal, namun tetap efisien dan memenuhi standar keamanan yang baik.

Pengembangan teknologi informasi oleh internal BPJS TK juga berdampak pada sistem teknologi informasi yang lebih fleksibel sehingga dapat lebih tanggap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Berbagai inovasi yang dikembangkan BPJS TK seperti sistem keagenan Perisai, aplikasi mobile BPJSTKU, hingga antrean online untuk klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) dapat berjalan baik berkat dukungan sistem teknologi informasi yang mumpuni," tambah Agus.
 
Sedangkan pelaksanaan progran RTW dari BPJS TK telah mengalami perkembangan pesat, dengan jumlah pekerja korban kecelakaan kerja yang telah bekerja kembali mencapai 583 orang.

“Hal ini tercapai berkat sistem tata kelola RTW yang terencana dengan baik, dengan dukungan personil case manager yang bekerja tidak hanya mengandalkan profesionalitas saja namun juga mengedepankan empati. Juga berkat kerja sama kami dengan 7.417 rumah sakit yang berperan sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta kami di seluruh Indonesia," papar Agus.

“Dua penghargaan ini menjadi bukti bagi dunia bahwa pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia telah sesuai, bahkan diatas standar Internasional," tutur Agus.

"Penghargaan ini juga memicu kami untuk terus berusaha lebih baik lagi dalam melindungi dan memberikan kemudahan pelayanan kepada seluruh masyarakat pekerja Indonesia,” tutup Agus. (OL-09)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More