Rabu 16 Oktober 2019, 21:40 WIB

Kemampuan Humaniora Perlu Ditingkatkan di Era Industri 4.0

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemampuan Humaniora Perlu Ditingkatkan di Era Industri 4.0

medcom.id
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar

 

DI era revolusi industri 4.0 sejumlah profesi disebut-sebut terancam digantikan oleh teknologi yang semakin canggih.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, menyebutkan, profesi seperti data entry, operator, data collection, dan sejenisnya yang bersifat manual sangat mungkin tergantikan oleh kehadiran teknologi.

Agar posisi manusia tidak digantikan oleh mesin atau robot, dia menilai dibutuhkan pendidikan dan pelatihan yang meningkatkan kemampuan manusiawi para SDM.

"Kemampuan manusiawi seperti rasa ingin tahu lebih besar, kreatif, empati, berpikir dan bekerja sama multidisiplin," kata Ismunandar kepada Media Indonesia, Rabu (16/10).


Baca juga: Kesadaran Masyarakat soal Kecanduan Gawai Meningkat


Selain itu, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dhaniswara K Harjono, menambahkan, profesi seperti guru, dosen, dan konsultan pun sebagian fungsinya kini sudah dapat digantikan oleh teknologi. Namun, menurut dia, masih ada sisi humaniora pada manusia yang tidak akan tergantikan oleh kecanggihan teknologi.

"Ada sisi di bidang humaniora yang tetap dibutuhkan dan hanya dapat dilakukan oleh manusia dan tetap harus dipelajari di dunia sekolah," tutur Dhaniswara.

Untuk meningkatkan sisi humaniora para SDM, Dhaniswara menilai dapat dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal.

"Cukup dengan kurikulum yang ada, hanya harus dengan metode yang khusus yang menyentuh sisi humanioranya," tandasnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More