Rabu 16 Oktober 2019, 20:45 WIB

90 Persen Terduga Teroris Berbaiat secara Online

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
90 Persen Terduga Teroris Berbaiat secara Online

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal

 

MABES Polri menyebut adanya fenomena baru dalam pemahaman jaringan terorisme di Indonesia, sebab para terduga teroris berbaiat atau melakukan seremonial pengucapan janji secara daring (online) melalui platform media sosial.

"Ada beberapa tersangka yang sudah kita tangkap dan belum (ditangkap) sudah berbaiat di sana, baiat online, dan karena mereka melakukan interaksi, belajar, merakit bom melalui online, otomotatis borderless," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal, di wilayah Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Menurutnya, pola penyebaran pemahaman kelompok ini menjadi fenomena baru dalam aksis terorisme di Indonesia. Mereka melakukan interaksi lewat media sosial yang berkiblat pada kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi.

"Mereka komunikasi di sana. Sampai interaksinya mereka melakukan diskusi tentang idologi mereka. Ideologi mereka ini beda dengan ideologi-ideologi lain," sebutnya.

Iqbal memastikan para terduga teroris saat ini masih dalam pengawasan dan penyelidikan polisi. Polisi juga telah melakukan mitigasi untuk menghidndari tindakan yang tidak diinginkan.

"Total sampai hari ini dengan stategi masif kita dapat melakukan penangkapan dan sekaligus kita menghentikan aksi yang dilakukan kelompok ini, dan semua hampir 90% mereka berbaiat secara online, oleh karena itu saya menyebutnya fenomena baru," lanjutnya.

Dengan fenomena baru yang dilakukan para terduga teroris itu membuat penyebaran paham radikalisme bersifat tanpa batas dan mampu menjaring banyak orang. Oleh karena itu Densus 88 menyebar dan melakukan penyamaran secara massal ke beberapa provinsi.


Baca juga: Densus 88 Tangkap Total 36 Terduga Teroris di Sejumlah Wilayah


Densus 88 berpencar ke beberapa daerah, di antaranya Manado, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Pandeglang, Cirebon, hingga ke Poso dengan pembagian tim Densus 88 Antiteror.

"Untung alhamdulilah kita dapat melakukan penangkapan kita hentikan karena dibeberapa tersangka tidak semua tersangka didapati barang bukti (seperti) bahan peledak sudah disita. Tapi belum di-publish karena (dikhawatirkan) mengganggu upaya (penangkapan) berikutnya," pungkasnya.

Iqbal merinci total 36 terduga teroris yang ditangkap paskapenusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, antaranya:

Wilayah Pandeglang, Banten:
Syahrial Alamsyah
Fitri Andriana
Ratu Ayu
Ahmad Taufikurahman
Zaki Ali Ibrahim

Wilayah Manado, Sulawesi Utara:
Samsudin alias Jack Sparow

Wilayah Cengkareng, Jakarta:
Taufik Hidayat
Defi Rusdi

Wilayah Bandung, Jawa Barat:
Wahyu Budi Mugraha
Nurdin
Adi Alisapari
Muhamad Ali Nurdin
Dendi Permana
Rizal Fatuhrohman

Wilayah Jambi:
Rohis

Wilayah Cirebon, Jabar:
Yusuf Firdaus
Beni Asri
Rizal Fajri
Susanto

Wilayah Lampung:
Noval
Aul Putra
Tri Haryoni
Yunus
M Riki
Ubaidilah

Wilayah Poso, Sulteng:
Awaludin

Wilayah Jawa Tengah:
Kris Yono
Marifah Hasanah
Abdul Kari
Jaelani
Ahmad Sarwani
Suwada
Amirudin
Abdul Aziz

Wilayah Jawa Timur:
Rizki Kurniawan
Anisa. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More