Rabu 16 Oktober 2019, 19:56 WIB

Andai Jadi Menag, Rektor UIN Kalijaga akan Sertifikasi Khatib

Antara | Nusantara
Andai Jadi Menag, Rektor UIN Kalijaga akan Sertifikasi Khatib

MI/Ardi Teristi Hardi
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi

 

REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi mengatakan apabila dipilih sebagai Menteri Agama (Menag) dalam Kabinet Kerja Jilid II, dirinya siap mewujudkan program sertifikasi khatib atau penceramah salat Jumat dalam rangka memberantas radikalisme.    

Pada Juli 2019, Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menyepakati dua nama untuk diajukan menjadi calon Menag. Calon pertama adalah dirinya selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga, calon kedua adalah Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Fauzul Iman.   

"Misalnya, kalau bener ini ya, saya belum tahu kan, tunggu beberapa hari lagi. Tapi andai kata benar saya jadi menteri (Menag) itu akan saya sertifikasi para khatib," kata Yudian di Yogyakarta, Rabu (16/10).        

Menurut Yudian, penceramah di masjid-masjid BUMN harus mendapatkan izin dari pemerintah. Demikian juga dengan penceramah di masjid-masjid sekolah negeri mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.    

"Kita akan tertibkan, tidak bisa lagi hanya main sepihak. Andai kata benar (menjadi Menag) lho itu, akan bekerja sama dengan kepolisian dan sebagainya," kata dia.        

Kendati siap menjalankan tugas sebaik-baiknya jika menjabat Menag, ia menegaskan tidak akan pernah melakukan lobi-lobi politik untuk masuk kabinet.    

"Kalau tidak Menag nanti saya didalili (diceramahi dengan dalil). Kalau tidak Menag tidak punya otoritas untuk itu," kata dia.    

Yudian menilai bahaya radikalisme di Indonesia harus segera ditindaklanjuti hingga ke akarnya. Peristiwa teroris penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto beberapa waktu lalu telah menunjukkan bahwa bahaya radikalisme masuk level satu atau darurat.    

"Ini menunjukkan eskalasinya mereka (teroris) sangat berani dan mereka sangat mengejar sasaran-sasaran tingkat tinggi. Kalau tingkat tinggi saja kena, yang tingkat bawah kena tidak nanti? itu masalahnya," kata Yudian.   

Sebelumnya, Menag RI Lukman Hakim Saifuddin juga pernah mengangkat wacana sertifikasi khatib atau penceramah salat Jumat. Hingga kini wacana yang bersumber dari aspirasi masyarakat itu belum diterapkan dan masih dalam kajian. (X-15)

Baca Juga

Dok, Pemkab Jayapura

Bupati Pimpin Langsung Penyemprotan Disinfektan di Jayapura

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Rabu 01 April 2020, 23:17 WIB
Penyemprotan yang dilakukan serentak di Distrik Sentani Kota, Sentani Timur dan Sentani...
Dok. Pemkab Tegal

Wakil Bupati Tegal Donasikan Gaji Untuk Bantu Penanganan Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 01 April 2020, 22:43 WIB
Ardie mengatakan, hal itu dilakukannya karena dampak covid-19 bukan hanya pada segi kesehatan saja, tapi juga berdampak pada kondisi sosial...
AFP

Pemkab Batanghari Bantu Keuangan Warga Terdampak Covid-19

👤Solmi 🕔Rabu 01 April 2020, 21:45 WIB
Pemkab Batanghari bantu puluhan ribu warga yang mengalami kepayahan hidup akibat terdampak pandemic korona atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya