Rabu 16 Oktober 2019, 19:45 WIB

Kendarai Kuda di Puncak Suci, Kim Bersumpah Hadapi Sanksi AS

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kendarai Kuda di Puncak Suci, Kim Bersumpah Hadapi Sanksi AS

STR / KCNA VIA KNS / AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

 

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong-un berjanji untuk menghadapi sanksi yang dipimpin Amerika Serikat pada negaranya seperti disampaikan dalam laporan media pemerintah, Rabu (16/10).

Perlawanan datang ketika gambar propaganda yang dirilis mempertontokan Kim mengendarai kuda putih di gunung suci, diramalkan akan ada keputusan penting dalam perundingan nuklir dalam batas waktu yang ditentukannya.

Gambar-gambar di media resmi negaranya menunjukkan Kim berkaca mata, mengenakan mantel cokelat muda, mendaki Gunung Paektu yang tertutup salju dengan menunggang kuda putih. Lokasi dan kuda merupakan simbol yang terkait dengan aturan dinasti keluarga Kim.

Titik tertinggi di Semenanjung Korea adalah sakral bagi Korea Utara. Kim telah mengunjungi situs itu sebelum membuat keputusan besar sebelumnya, seperti eksekusi pamannya yang berpengaruh pada 2013 dan terjun dalam diplomasi dengan Seoul dan Washington.

Gambar-gambar dan komentar Kim dirilis beberapa hari setelah negosiasi nuklir pertama negaranya dengan AS dalam lebih dari tujuh bulan berantakan.

Media Korea Selatan dengan cepat berspekulasi Kim mungkin sedang mempertimbangkan strategi baru dalam urusannya dengan AS karena dia sebelumnya menuntut Washington mengajukan proposal baru untuk menyelamatkan diplomasi yang macet pada akhir Desember.

"Dia, yang duduk di atas kuda di puncak Gunung Paektu, mengingat dengan emosi yang dalam tentang jalan perjuangan yang sulit yang dia selesaikan untuk tujuan besar membangun negara yang paling kuat dengan keyakinan dan akan seteguh Gunung Paektu," kata kantor berita resmi Korea Utara, KNCA.


Baca juga: Trump Kirim Pompeo dan Pence ke Turki


Dokumen-dokumen Korea Utara mengatakan kakek Kim, pendiri Korut, Kim Il Sung, memiliki pangkalan gerilya anti-Jepang di lereng Paektu selama pemerintahan kolonial Jepang 1910-1945 di Semenanjung Korea. Biografi resmi ayah Kim, Kim Jong Il, mengatakan pemimpin generasi kedua lahir di Paektu ketika pelangi ganda memenuhi langit.

Kuda putih juga merupakan simbol propaganda untuk keluarga Kim yang telah memerintah Korea Utara selama tujuh dekade dengan kultus kepribadian yang kuat di sekitar anggota keluarga.

Media pemerintah sesekali memperlihatkan Kim, saudara perempuannya, dan ayahnya menunggang kuda putih. Simbolisme kembali ke Kim Il Sung, yang menurut narasi resmi Korut, menunggang kuda putih saat berperang melawan penguasa kolonial Jepang.

KCNA mengatakan Kim juga mengunjungi lokasi konstruksi terdekat di Samjiyon County dan mengeluh tentang sanksi PBB yang diotaki AS yang diberlakukan terhadap negaranya karena nuklir dan program nuklirnya.

"Situasi negara ini sulit karena sanksi dan tekanan yang tak henti-hentinya dari pasukan musuh dan ada banyak kesulitan dan cobaan yang menghadang kami," kata Kim seperti dikutip KNCA.

"Tetapi rakyat kami tumbuh lebih kuat melalui cobaan dan menemukan cara mereka sendiri untuk berkembang dan belajar bagaimana selalu menang dalam menghadapi cobaan," tambahnya.

Kim juga mengatakan kepedihan yang disebabkan oleh pasukan anti-Korea Utara yang dipimpin AS terhadap rakyat Korea.

"Tidak peduli apa pun upaya gigih musuh, kami dapat hidup dengan baik dengan upaya kami sendiri dan membuka jalan menuju pembangunan dan kemakmuran dengan cara kami sendiri," tandasnya. (AFP/NBC News/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More