Rabu 16 Oktober 2019, 18:43 WIB

Jelang SEA Games, Panahan Fokus ke Simulasi Pertandingan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Jelang SEA Games, Panahan Fokus ke Simulasi Pertandingan

Antara/Arif Firmasnyah
Atlet panahan Indonesia saat berlaga di Kejuaraan nasional antarklub 2019

PENGURUS Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) akan mengirimkan 16 atlet terbaiknya guna membidik 3 medali emas di SEA Games 2019 Filipina yang berlangsung pada 30 November-11 Desember.

Salah satu atlet yang ditargetkan untuk mendulang medali emas ialah pemanah putra Riau Ega di nomor recurve. Ega mengaku pelatnas panahan telah memasuki tahap simulasi pertandingan dan fokus ke goal game.

Artinya, Ega tengah dilatih mematangkan fokusnya agar anak panah menancap di titik tengah pusat lingkaran.

“Latihannya sekarang sudah tak terlalu berat, tapi lebih pusing karena lebih ke mental dan meningkatkan konsentrasi,” tutur Ega kepada Media Indonesia, (16/10).

Ega mengaku ingin mengulang kembali catatan apiknya saat menyumbangkan emas untuk Indonesia di nomor beregu campuran bersama Diananda Choirunnisa, di SEA Games 2017 Malaysia.

Baca juga : Angkat Besi Siapkan Pelapis Demi Tradisi Medali

Namun, ia tak menyangkal bahwa persaingan di recurve putra cukup sengit. Menurutnya, seluruh negara punya kans yang sama untuk meraih medali.

Ia pun secara khusus mewaspadai Malaysia yang punya pemanah yang telah memegang tiket Olimpiade, Chairul Anwar.

Ega dan Diananda sejatinya telah memiliki tiket ke Olimpiade, tetapi masih by number, sehingga bisa diperebutkan oleh pemanah lain.

Ega sendiri akan ikut di tiga nomor, yakni recurve individu putra, campuran dan beregu. Sebelumnya, skuat panahan telah melakukan Training Camp (TC) di Korea Selatan, pada 2-16 September.

Kini, Ega beserta pemanah lmelakukan persiapan terakhir dengan berlatih fokus di Lapangan Panahan, GBK, Jakarta. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More