Rabu 16 Oktober 2019, 18:35 WIB

Kokali, Bisnis Kopi Terbaru Raffi Ahmad

Sentot Bagus Pradana | Weekend
Kokali, Bisnis Kopi Terbaru Raffi Ahmad

MI/Sentot Bagus Pradana
Raffi Ahmad dan dua rekannya saat pembukaan Kokali.

KOPI belakangan menjadi minuman yang digandrungi generasi milenial di Indonesia. Merujuk laporan Global Agriculture Information Network (GAIN) tahun 2019, diperkirakan produksi kopi di Indonesia mencapai 10,7 juta kantong, meningkat 100.000 kantong dari 2018/19. Konsumsi kopi di Indonesia mengalami peningkatan, yaitu mencapai 4,9 juta kantong di tahun ini saja.
 

Dengan peningkatan itu, tak heran permintaan pasar akan produk kopi ready-to-drink dan ekspansi ritel kopi brand lokal dan Internasional di Indonesia meningkat. Tidak mau ketinggalan, Albert Sulistyo dan Raffi Ahmad menghadirkan brand kopi terbaru, Kokali (Kopi Kaki Lima). Mereka menghadirkan ragam minuman minuman kopi dengan nama dan komposisi yang khasnya bagi kaum milenial.

"Kita ingin KOKALI segera terdengar di seluruh Indonesia dengan harga terjangkau dan pastinya ini akan menjadi salah satu kopi yang menjadi Life Style-nya untuk seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya kalangan atas tetapi semua kalangan, termasuk kalangan milenial", jelas Raffi selaku Co-Owner KOKALI saat peluncuran di Lippo Puri Mall, Jakarta, hari ini.
 
Raffi mengaku memilih nama kokali karena kopi kaki lima sudah dikenal masyarakat dan mudah didapatkan. "Kaki Lima itu dari zaman dulu hingga sekarang masih menjadi salah satu favorit untuk seluruh kalangan. Nama boleh Kaki Lima, tetapi ketika teman-teman masuk ke dalam store-nya bukan terlihat mewah, tetapi terlihat nyaman, dan eye catching," terang CEO RANS Entertainment itu.

 Melalui kedai kopi ini, pria asal Bandung ini berharap  bisa menyajikan kopi berkualitas dan menjadikan rantai kopi terkemuka di Indonesia. "Kami, ACR Corp sudah lama main di bisnis Investasi dan bisnis strategis kedepannya. Kebetulan dengan RANS Entertainment di sini kita punya marketing ads yang kuat sekali, jadi saya rasa dengan join venture ini kita bisa buat driving force di industri kopi kedepannya", terang Albert Sulistyo selaku CEO KOKALI.    

Rencananya, Kokali akan melakukan ekspansi dengan membuka 200 gerai hingga 2020. Dengan target dan strategi marketing yang berbeda dari bisnis kopi pada umumnya, KOKALI memproyeksikan dirinya dalam jangka waktu satu tahun ini akan menjadi salah satu bisnis franchise yang menjanjikan. Strategi Drill Endorsement via media sosial dan kerjasama dengan beberapa platform transportasi daring menjadi pilihan strategi marketing yang diambil oleh KOKALI.  

"Kami usahakan mengembangkan menu-menu yang unik dan semoga menjadi trend di masyarakat. Untuk data kami dari Gojek sendiri kan lagi naik nih minuman manis yang dingin, makanya kita banyak banget nih menu minuman yang dingin", terang Eisheca Herrera selaku direktur pengembangan produk KOKALI. (M-3)

Baca juga : Penonton Konser Ari Lasso Ketemu Zonk di Lokasi Acara

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More