Rabu 16 Oktober 2019, 18:02 WIB

Percepat Program Kendaraan Listrik, PLN Gandeng 20 Perusahaan

Faustinus Nua | Ekonomi
Percepat Program Kendaraan Listrik, PLN Gandeng 20 Perusahaan

MI/Faustinus Nua
MoU PLN dengan 20 perusahaan untuk pengembangan kendaraan listrik, disaksikan Menko Maritim dan Menristekdikti, Rabu (16/10).

 

UPAYA Pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan program kendaraan bermotor berbasis listrik disambut baik para pelaku industri dan stakeholder lainnya. 

Hal tersebut dituangkan dalam penandatanganan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PLN dan 20 perusahaan/ stakeholder.

Selaku salah satu BUMN yang ditunjuk Pemerintah untuk mengembangkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), PLN merespon cepat dengan menjalin kerja sama melalui MoU yang ditandangani, Rabu (16/10). 

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Kepala BPPT Hammam Riza, dan perwakilan 20 stakeholder.

"Percepatan ini memang super cepat. MoU ini masih understanding, tapi dalam waktu 1 bulan kami akan melakuakan join planing discusaion untuk menyiapkan dan menambah banyak para stekholder untuk terlibat," kata Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dalam sambutannya.

Baca juga: Investasi harus Bangun Pasar Domestik

PLN bekerja sama dengan 20 stakeholder, antara lain penyedia transportasi umum seperti Gojek, Grab, Transjakarta. Selain itu, PLN juga bekerja sama dengan sektor produksi kendaraan listrik seperti Nisan, BMW dan lain-lain. Begitu pula dengan penyedia lokasi SPKLU seperti Pertamina, Anskasa Pura, Jasa Marga.

"Kami laporakan total MoU adalah 20 buah dokumen. Ini langkah awal, tim kami akan terus bergerak dalam menjalin kerja sama dengan stakeholder potensial," tuturnya.

Dengan mendandatangi MoU tersebut, 20 perusahaan atau stakeholder tersebut akan bekerja sama dan mempercepat program Pemerintah. Inten juga berharap dapat memanfaatkan semua sumber daya yang ada untuk mendukung program tersebut. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More