Rabu 16 Oktober 2019, 17:49 WIB

Sidang Kasus Tabung Elpiji Non-SNI Siap Digelar

Taufan M Busan | Nusantara
Sidang Kasus Tabung Elpiji Non-SNI Siap Digelar

MI/Taufan
Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah

 

JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah, telah melimpahkan berkas perkara kasus 3.547 tabung gas elpiji tiga kilo gram yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Palu.

Dalam kasus ini, menyeret empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah seorang pengusaha asal Surabaya Riady, 37, Distributor tabung gas elpiji Palu Ibrahim Muslimin, 40, Direktur PT Maju Teknik Utama (MTU) Edwiro Purwadi, 67, dan Pemasaran Penjualan PT MTU Yanto Cahya Subuh, 46.

JPU Kejati Sulteng Lucas J Kubela mengatakan, berkas perkara kasus ini telah dilimpahkan ke pengadilan, pada Selasa (15/10), sekitar pukul 13.30 WITA.

Menurutnya, dalam pelimpahan berkas ini turut dititipkan uang senilai Rp300 juta.

“Jadi sudah dilimpahkan dan uang titipan itu sebagai jaminan penangguhan penahanan bagi ke empat terdakwa,” kata Lucas.

Ia menyebutkan, Kejati tinggal menunggu jadwal penetapan sidang dan penetapan majelis hakim yang akan memeriksa dan memutus perkara tersebut.
“Setelah dilimpahkan ke pengadilan, menjadi kewenangan hakim nantinya untuk melakukan penetapan penahanan kepada ke empat terdakwa,” imbuh Lucas.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulteng AKB Didik Supranoto mengatakan, bahwa berkas perkara dan empat tersangka dalam kasus ini telah dilimpahkan ke Kejati pada Kamis (3/10).

Namun, dua dari empat tersangka mengalami sakit jantung yaitu Yanto Cahya dan Edwiro.

“Ketika mau ditahan kedua tersangka sakit. Sehingga dibawa ke rumah sakit untuk perawatan medis,” ujar Didik.

Sementara Riady dan Ibrahim, langsung dibawa ke Rumah Tahanan Kelas II Maesa Palu.

Sebelumnya sebanyak 3.547 tabung gas ukuran 3 kilogram diamankan petugas Subdit I Ditkrimsus Polda Sulteng.

Penyitaan tabung gas berawal dari pasar murah yang dilakukan Disperindag Kota Palu, beberapa waktu lalu.

Di pasar murah itu, pihak penjualan Pertamina menemukan keberadaan tabung gas yang tidak sesuai dengan SNI. Di mana, tabung kosong itu terbukti setelah ditukarkan oleh salah seorang warga di pasar murah. Namun ditemukan tabung yang ditukarkan ini tidak sama dengan tabung yang dikeluarkan oleh Pertamina.

Penjualan Pertamina kemudian melaporkan temuan tersebut ke polisi.

Atas perbuatan ke empat terdakwa, didakwa dengan Pasal 66 UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang SNI dan Pasal 62 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. (A-1)

Baca Juga

MI/Reza Sunarya

Purwakarta Mulai Giatkan Tanam Sayuran

👤Reza Sunarya 🕔Senin 06 Juli 2020, 09:28 WIB
Pemkab  Purwakarta merancang lahan seluas enam hektar menjadi kebun sayur dan buah-buahan. Fungsinya untuk edukasi, laboratorium,...
MI/Benny Bastiandy

NasDem Serahkan Rekomendasi Usung Petahana pada Pilkada Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Senin 06 Juli 2020, 09:18 WIB
Herman Suherman-Tb Mulyana Syahrudin kembali mendapat rekomendasi usungan dari partai yang sudah berkoalisi untuk maju dalam Pilkada...
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Temanggung Izinkan Tempat Wisata Dibuka

👤Antara 🕔Senin 06 Juli 2020, 08:20 WIB
Mulai 4 Juli 2020 tempat wisata di Kabupaten Temanggung sudah boleh dibuka, kecuali untuk wisata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya