Rabu 16 Oktober 2019, 17:19 WIB

Smartfarming Kini Sentuh Pasaman Barat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Smartfarming Kini Sentuh Pasaman Barat

DOK BNI

 

MESIN SMARTFARMING 4.0: SEVP Jaringan BNI Ronny Venir (kanan) dan Direktur Pembiayaan Kementerian Pertanian RI Indah Megawati (kedua kanan) sedang meninjau mesin Smartfarming 4.0 pada pelaksanaan 'Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0' di Pasaman Barat, Sumatera Barat, Rabu (16/10/2019). BNI menghadirkan gerakan dan teknologi tersebut dengan tujuan membantu petani agar semakin siap menghadapi masa tanam Oktober-Maret 2019/2020. Smartfarming 4.0 sendiri merupakan teknologi sensor tanah dan cuaca. Dengan teknologi ini, petani dapat memantau kondisi lahan secara realtime dan diharapkan mampu memberikan data pertanian yang lebih terukur serta presisi.


Petani padi, jagung, dan cabai di Desa Tanjung Durian, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, kini tidak perlu lagi bingung setiap kali akan memulai bercocok tanam. Beragam pertanyaan biasanya mengemuka pada saat petani ingin memulai masa tanam.

Seperti, akankah turun hujan jika menanam bulan ini? Atau, tepatkah bila pupuk ditebar hari ini? Seberapa banyak? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu lah, BNI menginisiasi 'Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0' bersama dengan Kementerian Pertanian RI dan PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (PT MSMB).

Pada Rabu (16/10/2019), Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 memasuki kota kedua, yaitu Pasaman Barat, Sumatera Barat. Ini melanjutkan acara peluncurannya yang pertama dan sukses di Garut, Jawa Barat, pada 9 Oktober 2019 lalu.

 

Teknologi Smartfarming 4.0 berbasis Internet Of Things (IOT) menjadi jantung dari program ini. Yang membedakan dari kabupaten sebelumnya, gerakan di Pasaman Barat ini mendapat dukungan dan sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Asian Development Bank (ADB).

BNI menghadirkan Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 dengan tujuan membantu petani agar semakin siap menghadapi masa tanam Oktober-Maret 2019/2020 dengan bantuan pemanfaatan teknologi digital. Dengan teknologi tersebut proses budidaya makin efektif dan akan menghasilkan produksi yang makin meningkat, dan pada akhirnya semakin meningkatkan kesejahteraan rakyat petani.

Smartfarming 4.0 sendiri merupakan teknologi sensor tanah dan cuaca, sehingga dapat memantau kondisi lahan secara realtime dan diharapkan mampu memberikan data pertanian yang lebih terukur serta presisi. Cara ini diharapkan akan membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas.

Kegiatan ini diisi dengan serangkaian aktivitas. Mulai dari sarasehan petani untuk meningkatkan produktivitas dengan bantuan pertanian presisi dan kemudahan akses perbankan BNI, hingga penerapan teknologi digital terkini yang sangat mudah digunakan oleh petani dari berbagai jenis tanaman budidaya.

Pada kesempatan ini, acara dihadiri oleh Bupati Kabupaten Pasaman Barat Yulianto, Direktur Pembiayaan Kementan Indah Megawati, Kasubdit Ekonomi Digital Pertanian & Perikanan Kominfo Wijayanto, SEVP Jaringan BNI Ronny Venir, GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, Head Of Region Kantor Wilayah Padang S Hidayat Safwan, Field Officer Program Asian Development Bank (ADB) Pasaman Barat Muhammad Reza Ardillah, Head of Investor Relation and Project Manajement PT MSMB Ari Aji Cahyono, serta lebih dari 200 petani dan perwakilan petani atau kelompok tani serta kewirausahaan pertanian di Kabupaten Pasaman Barat.


Akses ke Pembiayaan BNI
Peran BNI ialah untuk memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan yang memanfaatkan teknologi smartfarming RiTx selama proses budidaya. Pada musim panen, hasil produksi petani akan diserap oleh offtaker mitra BNI.

Di masa depan, petani akan menjadi lebih produktif, lebih efisien dan efektif, hasil lahan atau ladangnya mudah dijangkau pasar, serta akhirnya menjadi petani yang profesional dan berkulitas.

Dalam sambutannya, Yulianto menyampaikan terima kasihnya kepada BNI atas pelaksanaan Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 ini. “Pemerintah Pasaman Barat menyambut baik penerapan teknologi baik mekanisasi maupun digitalisasi sehingga dapat membantu produktivitas petani Pasaman Barat. Kiranya KUR BNI dapat terus ditingkatkan terutama untuk membantu masyarakat petani Pasaman Barat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ronny Venir mengungkapkan,”BNI bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan PT MSMB mitra strategis dalam penerapan pertanian 4.0 melalui mekanisasi dan digitalisasi dapat peningkatan produksi dan kesejahteraan rakyat petani”.

Melalui sarasehan petani, Fahmi, salah satu petani di Gunung Tuleh merasa terharu serta menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan BNI baik berupa pinjaman KUR maupun Corporate Social Responsibility (CSR) teknologi pertanian. Bantuan tersebut membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Menurut Fahmi, banyak manfaat yang didapat dari Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0 di Pasaman Barat, ia dapat melihat kondisi lahan sawah hanya melalui HP yang dimilikinya.

Pada acara ini, BNI memberikan bantuan CSR berupa RITx Soil & Weather Sensor yang digunakan untuk merekam kondisi lahan secara realtime dan memprediksi cuaca yang presisi sehingga petani dapat mengoptimalisasi produksi komoditasnya.

Pemberian CSR kepada kelompok tani ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani penerima KUR di sektor produksi serta menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI. Hingga 30 September 2019, penyaluran KUR telah mencapai Rp14,4 triliun dan menyentuh 165 ribu penerima KUR di seluruh Indonesia. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More