Rabu 16 Oktober 2019, 16:33 WIB

Trade Expo Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Hilda Julaika | Ekonomi
Trade Expo Indonesia Dorong Pertumbuhan Ekonomi

MI/SUSANTO
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan sambutannya dalam pembukaan Trade Expo ke-34 di ICE BSD, Banten, Rabu (16/10).

 

KEKHAWATIRAN atas krisis ekonomi global sempat diprediksi akan menekan ekonomi Indonesia. Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita mengatakan data menyebutkan ekonomi dunia akan jatuh di angka 3%. 

Kejatuhan ekonomi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan prediksi Bank Dunia pada awal tahun 2019 yang memperkirakan ekonomi melambat di angka 2,9%.

Pertimbangan tersebut didasarkan pada perlambatan laju pertumbuhan ekonomi, seperti melemahnya aktivitas perdagangan dan manufaktur dunia, tingginya ketegangan perdagangan, dan tekanan pasar keuangan di beberapa negara berkembang.

Meski begitu Enggartiasto menyatakan Indonesia berhasil terbebas dari paparan krisis global. Ketidakpastiam itu tidak terlihat dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini berada pada angka 5%. 

Menurutnya, salah satu upaya yang Indonesia lakukan untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi lewat diadakannya Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang dibuka di ICE BSD, Tanggerang, Rabu (16/10).

"(Pada) 2019 perekonomian dunia diprediksi melambat 3%. Namun ketidakpastian itu tidak terlihat. Yang ada justru ide cemerlang anak bangsa yang terlihat di Trade Expo ini. Indonesia berhasil mengukir pertumbuhan ekonomi," papar Enggartiasto.

TEI merupakan acara tahunan yang menyajikan pameran dagang berskala internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag). Pameran ini memberikan suntikan kepada para pengusaha di Indonesia untuk mendorong tumbuhnya nilai ekspor Indonesia. Suntikan tersebut berupa dipertemukannya dengan pembeli berskala global dan calon investor.

Baca juga: Iklim Usaha dan Investasi Dijaga

Di penghujung kepemimpinannya sebagai Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla terlihat menghadiri sekaligus membuka acara ini. Ia meberikan sambutan di hadapan ribuan tamu internasional dan menjelaskan konsep perdagangan internasional. 

Menurutnya tidak ada sebuah negara yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Untuk itu, ada yang disebut dengan hubungan perdagangan internasional.

"Kita juga menyadari bahwa dunia ini adalah dunia yang penuh dengan persaingan. Persaingan ini hanya akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki produk yang lebih baik, lebih murah, dan lebih tepat," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, TEI membuka peluang untuk memenangkan persaingan tersebut. Termasuk dari produk agro, produk industrial, produk mineral, hingga produk pertambangan. Hal-hal ini akan membawa perdagangan Indonesia lebih maju.

"Harapannya perdagangan ini tidak hanya membawa hubungan perdagangan yang lebih baik tapi juga meningkatkan hubungan orang per orang. Dan meningkatkan kapasitas pengusaha kita," tutupnya. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More