Rabu 16 Oktober 2019, 12:40 WIB

PSI Tagih Janji Kampanye Anies Setelah Dua Tahun Pimpin Jakarta

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
PSI Tagih Janji Kampanye Anies Setelah Dua Tahun Pimpin Jakarta

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

WAKIL Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jakarta Rian Ernest menyebut setidaknya ada 23 janji Anies saat kampanye pada 2017 lalu. Namun, ada beberapa catatan penting yang menurut pihaknya harus menjadi sorotan publik atas implementasi janji-janji tersebut.

Pertama yang disorot Ernest adalah soal janji pembangunan rumah dengan skema down payment (DP) Rp0.

Menurutnya, fakta dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017 menyebutkan hampir setengah warga DKI Jakarta atau sekitar 5 juta warga tidak memiliki rumah.

Sementara, hanya ada 1.790 warga yang berhasil Anies hantarkan ke program rumah DP Rp0.

"Angka ini, menurut kami, terlalu kecil. Ini bukanlah pencapaian untuk lingkup tingkat Gubernur. Ini tidaklah beda dengan lingkup kerja Wali Kota," ujar Ernest dalam pernyataan resmi, Rabu (16/10).

Baca juga: Plus Minus Jakarta Era Anies pada Tahun Kedua

Selain pencapaiannya yang begitu kecil, kata Ernest, banyak warga yang mengeluh harga rumah DP Rp0 tidak terjangkau bagi warga kalangan menengah ke bawah.

Sebab, Pemprov mensyaratkan penghasilan suami dan istri di kisaran Rp4 juta sampai Rp7 juta untuk lolos verifikasi.

Lalu Ernest juga menyoroti soal sektor lapangan kerja. Menurutnya, dulu Anies berjanji dalam kampanye membuka kesempatan bekerja yang lebih luas dengan angka penyerapan kurang lebih 40.000 tenaga kerja per tahun.

Semestinya di dua tahun masa kerja Gubernur Anies Baswedan ini dapat menciptakan setidaknya 80.000 tenaga kerja.

"Namun, kita tidak dapat cek sejauh mana janji tersebut terpenuhi. Tidak ada kejelasan maupun angka yang transparan bagaimana progres yang dicapai Anies untuk hal ini," kata Ernest.

Ia menambahkan, "Kami berusaha mencoba melihat data situs pktdev.jakarta.go.id pada sub portal ‘berita’. Namun, kami tidak mendapatkan informasi yang pasti tentang hal tersebut."

Aspek lain yang disoroti Ernest adalah soal pembangunan yang tidak menyeluruh.

Bicara soal pemerataannya, sampai saat ini, katanya, Jakarta hanya dipersolek pada wilayah-wilayah tertentu saja.

"Bila kita melihat salah satu objek pembangunan trotoar, mungkin Anies berbangga dengan proyek revitalisasi 134 km trotoar. Sementara, Data BPS pada 2015 saja menyebut Jakarta memiliki 540 km trotoar," sebut Ernest

Angka 134 km adalah angka yang kecil bila dibandingkan jumlah trotoar yang ada dan bahkan beberapa jalanan belum difasilitasi dengan trotoar yang layak, seperti jalan Raya Munjul, Jakarta Timur. Karena Jakarta bukan hanya Thamrin dan Sudirman.

Ditambah, kata Ernest, pernyataan Anies menyebabkan pejalan kaki dan pedagang kaki lima (PKL) berkonflik dengan gagasannya melegalkan PKL untuk berdagang di area yang seharusnya eksklusif untuk pejalan kaki.

"Kami berharap, Gubernur Anies seharusnya dapat berbangga dengan pencapaian yang jauh lebih tinggi dari yang Beliau kerjakan sekarang dan pemenuhan janji-janji manis yang seharusnya tidak hanya jadi modal pemikat di era masa kampanye dulu," tandas Ernest. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More