Rabu 16 Oktober 2019, 11:22 WIB

Keluarga Hilang Kontak Hampir 21 Tahun Dengan Ibunya di Riyadh

Benny Bastiandy | Nusantara
Keluarga Hilang Kontak Hampir 21 Tahun Dengan Ibunya di Riyadh

Mi/Benny Bastiandy
Selpi Lusniawati menunjukkan foto ibunya Alis Juariah yang sudah 21 tahun belum pulang ke Indonesia.

 

SELPI Lusniawati, 27, terus dilanda kegalauan. Warga Kampung Muhara RT 02/10, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini masih menunggu kejelasan kabar kepulangan ibunya, Alis Juariah, Pekerja Migran Indonesia, yang hilang kontak hampir 21 tahun. Hasil penelusuran, saat ini Alis kabarnya tinggal bersama majikannya bernama Saed Aljahrani di Riyadh, Arab Saudi. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke berbagai pihak, termasuk KBRI di Riyadh.

Berdasarkan surat yang diterima keluarga dari Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI pada 29 Agustus 2019, pihak KBRI berjanji bakal segera memulangkan Alis Juariah dalam kurun waktu 25 hari. Namun, hingga saat ini atau hampir dua bulan berlalu, belum kunjung ada kejelasan pemulangan Alis Juariah.

"Kami masih menunggu kejelasan soal pemulangan ibu saya. Katanya waktu itu akan segera dipulangkan dalam waktu 25 hari setelah pihak KBRI berhasil menghubungi majikan ibu saya di Riyadh. Tapi sekarang mau dua bulan, ibu saya belum pulang-pulang juga," kata Selpi ditemui di kediamannya, Rabu (16/10).

Selpi mengaku, setelah keluarga di Cianjur menerima surat dari Kemenlu dan BNP2TKI, ibunya pernah menghubungi melalui nomor telepon majikan. Dalam pembicaraan itu, lanjut Selpi ibunya meminta agar keluarganya mencabut tuntutan. Selpi dan keluarganya mengira ibunya berada di bawah tekanan.

"Waktu itu neleponnya malam-malam. Ibu saya mengaku menelepon pakai telepon majikannya," tutur Selpi.

Hingga saat ini Selpi dan keluarganya masih menyimpan tanda tanya besar menyangkut nasib ibunya. Ia mempertanyakan sulitnya berkomunikasi dengan ibunya. Padahal, di sisi lain ibunya dikabarkan dalam kondisi baik-baik saja di Riyadh.

"Kan jadi aneh dan heran. Kalau ibu saya di sana baik-baik saja, kenapa untuk berkomunikasi saja sangat sulit? Kenapa harus menelepon menggunakan nomor majikan?," tegas Selpi.

Jika sampai tak ada kejelasan lagi menyangkut nasib ibunya, Selpi berniat akan melayangkan surat langsung ke Raja Salman. Ia meyakini Raja Salman akan bersikap bijak sehingga Selpi berharap ibunya bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

"Mudah-mudahan suratnya dibaca dan mengabulkan permintaan agar ibu saya bisa segera pulang," tandasnya.

Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, mengaku sebagai lembaga yang dikuasakan pihak keluarga, sejauh ini intensif berkomunikasi dengan petugas KBRI mempertanyakan kejelasan kepulangan Alis Juariah. Namun, hingga saat ini belum mendapat kejelasan.

"Jawabannya selalu masih dalam proses," ujar dia.

baca juga: Pemkab Flotim Siapkan Anggaran Rp500 Juta Untuk Pilkades

Ali menegaskan akan terus memperjuangkan nasib Alis Juariah hingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Cianjur. Ia pun meminta pemerintah bisa lebih serius menangani kasus tersebut karena Alis merupakan warga negara Indonesia yang layak dibantu pemerintah.

"Kasihan keluarganya karena tidak ada kejelasan," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More