Rabu 16 Oktober 2019, 10:45 WIB

Operasi, Nakagami Absen di Tiga Balapan Terakhir MotoGP

Antara | Olahraga
Operasi, Nakagami Absen di Tiga Balapan Terakhir MotoGP

AFP/LLUIS GENE
Takaaki Nakagami

PEMBALAP Jepang Takaaki Nakagami akan melewatkan tiga seri terakhir balapan MotoGP, yaitu Australia, Malaysia dan Valencia, untuk menjalani operasi bahu.    

Pembalap berusia 27 tahun itu akan melakukan operasi setelah turun di balapan di kampung halamannya, Grand Prix Jepang di Motegi yang akan berlangsung akhir pekan ini.    

"Operasi mengharuskan periode pemulihan intensif yang memaksa sang pembalap Jepang untuk mengakhiri musim 2019 lebih awal," ungkap LCR Honda di laman resmi mereka.        

"Dengan menjalani operasi sekarang, Nakagami berharap bisa fit secara penuh untuk tes pertama musim 2020 di Sepang pada 7 Februari."    

Baca juga: Pemprov DKI Usulkan Rp300 Miliar untuk Siapkan Sirkuit Formula E

Meski tidak bisa membalap hingga akhir musim, rekan satu tim Cal Crutchlow itu telah mengamankan perpanjangan kontrak dengan timnya, LCR Honda, selamaa satu tahun hingga 2020.   

"Pertama-tama, aku sangat senang bisa tinggal di Honda dan tim LCR Honda Idemitsu. Aku bisa maju sangat banyak tahun ini dan Honda telah memberiku dukungan yang besar dan paket yang sangat kuat," kata Nakagami yang mendapati cederanya setelah kecelakaan di Assen, Belanda itu.

"Walau aku bisa membalap dengan cedera ini, tapi itu tidaklah ideal, jadi kami membuat keputusan yang sulit bersama Honda dan tim LCR untuk menjalani operasi di Jepang segera setelah balapan di rumah," imbuhnya.

Nakagami, saat ini, berada di peringkat 14 klasemen dengan raihan 74 poin, tertinggal 28 poin dari Crutchlow di peringkat sembilan.    

Pembalap Prancis Johann Zarco, yang belum lama ini mengakhiri kariernya bersama KTM, disebut-sebut akan menggantikan Nakagami di tiga balapan terakhir. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More