Rabu 16 Oktober 2019, 08:40 WIB

Upaya Teror tidak Terkait Pelantikan Presiden

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Upaya Teror tidak Terkait Pelantikan Presiden

ANTARA FOTO/Ardiansyah
Personel Brimob Polda Lampung mengumpulkan sejumlah barang bukti seusai menggeledah rumah milik orangtua terduga teroris di Bandar Lampung.

 

POLRI menyebut penangkapan 26 terduga teroris pascapenusukan Menko Polhukam Wiranto tidak ada kaitannya dengan rencana upaya teror saat pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober.

"Tidak ada kaitannya upaya teror dengan penggagalan pelantikan presiden dan wapres. Target utama teror ialah aparat keamanan. Sasaran utama ialah thogut, yang dianggap memerangi mereka, ialah kepolisian. Sasaran berikutnya ialah pejabat negara," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut Dedi, para terduga teroris itu merupakan jaringan yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Islamiyah (JI), dan bersumpah ke IS (ISIS).

Ditambahkannya, jaringan terorisme diketahui menggunakan grup media sosial Telegram untuk melakukan pendekatan komunikasi dan informasi dengan sesama anggota antarwilayah.

Inisiator pembentuk grup media sosial itu ialah R alias Putra yang ditangkap di Muara Bungo, Jambi, pada Jumat (10/10). Dalam pergerakannya, R memiliki keterlibatan dengan pemimpin JAD Bekasi yakni Abu Zee dan juga kelompok Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah.

Dedi menyebut pembentukan jaringan teroris di media sosial Telegram memiliki sistem berbeda dengan jaringan lainnya karena bekerja secara independen, spontan, dan tidak terstruktur.

"Intensitas di media sosial terstruktur sistematis, tetapi tidak terstruktur di lapangan. Dia tidak menyebutkan secara detail siapa yang menjadi sasaran, waktu dan tempat tidak disampaikan," paparnya.

Sementara itu, tim Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap terduga teroris anggota JAD berinisial S dan LT di Cirebon dan berinisial DP dan MNA di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya telah ditangkap sembilan terduga teroris anggota JAD Jawa Barat di Kota Bandung, Kota/Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.

"Dalam penangkapan S dan LT ditemukan antara lain berbagai peralatan kimia dan bahan yang sudah siap dijadikan bom," terang Dedi.

Dedi mengatakan pihaknya juga akan menangani secara khusus seorang terduga teroris berinisial JA, 14, yang ditangkap bersama ayahnya, AP, di Denpasar, Bali. "JA diduga dipersiapkan sebagai pelaku bom bunuh diri."

Dedi juga menjelaskan jaringan JAD Abu Zee terungkap menyiapkan bom bunuh diri di Solo dan Yogyakarta. Rencana itu disampaikan anggota JAD di Jateng kepada Abu Zee, sedangkan kelompok Abu Zee sendiri bersiap melakukan aksi teror di Jakarta. (Fer/WJ/UL/AS/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More